Strategi Membangun Loyalitas Pelanggan Antar Budi Raih Doktor

JATENGONLINE, SOLO – Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk konsep yang harus dibangun dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan adalah salah satunya dari beberapa teori dan riset menyatakan melalui customer satisfiction yang nantinya mengarah pada kepuasan pelanggan.

Sementara untuk bisa mewujudkan kepuasan terhadap pelanggan ada beberapa variabel yang harus di penuhi diantaranya customer value bisa juga dari corporate reputation, bisa dari sales person juga bisa di tambahkan dengan membentuk jaringan customer relationship manajemen.

Menurut Budi Istianto, dengan mengembangkan variabel yang bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap pelanggan didukung adanya kastemer yang loyal.

Meskipun riset yang dilakukan memiliki keterbatasan, karena hanya melihat pada satu supplier atau pemasok yakni PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, dengan kupasan pada produk general book atau buku umum. Sedangkan buku yang beredar di pasaran dari penerbit ada dua. Yakni buku sekolah dan perguruan tinggi yang mendominasi pasar dengan 80 persen, sisanya 20 persen buku-buku umum.

“Karena 20 persen, pasarnya yang sempit kalau tidak didukung adanya strategi marketing handal maka akan sulit diterima oleh pasar, lain halnya dengan buku sekolah,” kata Budi atau lengkapnya Dr. Budi Istiyanto, M.M., M.H. saat ditemui di acara tasyakuran di ruang pertemuan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta, Kamis (13/7/2017), atas gelar Doktor Ilmu Ekonomi yang diraihnya . Lulus dengan sangat memuaskan usai Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang pada Rabu (12/7/2017).

Gelar Doktor diraih Budi setelah mengangkat disertasi dengan judul Pengaruh Customer Value Corporate Reputation Sales Person terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Membangun Loyalitas Pelanggan.

Studi yang ditempuh selama 4,5 tahun, dosen tetap dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta ini tak sia sia, menyelesaikan Studi S3 nya di Universitas Merdeka Malang dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu 3,85.

Kondisi di lapangan yang membuat bapak dua anak ini tertarik untuk melakukan riset. Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa saat ini banyak campur tangan pihak ketiga pada pemasaran buku sekolah, agar produk tersebut bisa sampai ke konsumen tingkat akhir yakni para pelajar dan mahasiswa.

Sementara untuk buku umum yang tidak didukung dengan kualitas bagus dan reputasi perusahaan yang bagus, akan sulit diterima pasar terlebih mampu membuat konsumen itu menjadi puas apalagi loyal.

“Implikasi yang saya harapkan dari riset ini, ya perusahaan melakukan upaya mengedepankan konsep customer retention total share of customer menuju kepada customer loyalty,” jelas Budi yang merupakan lulusan S1 Manajemen STIE Surakarta atau sebagai alumni STIE Surakarta. Selain mengajar, juga aktif sebagai pengurus Aptisi Rayon 2, Ketua Karang Taruna Sukoharjo, dan trainer bidang manajemen di perusahaan-perusahaan.

Apakah riset marketing yang dilakukan Budi ini bisa diimplementasikan di perusahaan?
Riset yang dilakukannya ini bisa diterapkan pada perusahaan yang fokus mengembangkan bidang marketing, walaupun yang dikajinya terbatas pada satu supplier, namun responden nya terdiri dari otlet dan mitra kerja dari PT Tiga Serangkai yang tersebar di 6 kota pelajar di seluruh Indonesia.

“Kalau ini mau dibuat generalisasi, maka langkah untuk peneliti-peneliti berikutnya harus menguji model dari konsep marketing yang saya temukan ini di penerbit secara global, bila dilakukan berulang dan hasilnya konsisten, maka bisa di generalisasi di semua industri terkait bidang pemasaran,” lanjut Budi.

Dari variabel customer value, corporate reputation dan sales person yang diteliti Budi menyebutkan, bahwa dampak yang paling kuat dan dominan membangun customer loyalty adalah corporate reputation. “Indikatornya adalah kredibilitas,” tegasnya.

Karena buku-buku umum agar bisa diterima pasar butuh sebuah konsep kredibilitas yakni penilaian terhadap kualitas kapabilitas produk untuk meyakinkan konsumen dalam menentukan pilihan produk yang dibutuhkan, seperti reputasi yang dimiliki oleh penerbit sekelas Tiga Serangkai.
Budi berharap dengan ilmu yang diperoleh dengan gelar yang diraihnya tersebut dapat memberikan kontribusi baik untuk dirinya sendiri, mahasiswa, institusi dan secara makro untuk perkembangan dunia pemasaran.

Sebagai seorang pendidik dalam hal ini dosen, tambahnya, mengambil program doktor bukan lagi sebagai kebutuhan namun sudah menjadi tuntutan. Hal inilah yang memotivasi pria kelahiran Sukoharjo, 25 Desember 1974 ini saat harus menempuh studi lagi hingga ke Kota Malang.

“Minimnya dosen tetap bergelar doktor di STIE Surakarta, memotivasi saya untuk studi lanjut S3,” ujarnya.

Di akhir sambutan tasyakurannya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak STIE Surakarta yang sangat mendukung. Beban di kampus dikurangi supaya bisa konsen dalam menempuh S3. Harus membagi waktu antara mengajar dan sekolah.

“Alhamdullilah ujian lancar dan mendapat nilai sangat memuaskan,” pungkas Budi. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger