Solo Batik Carnival Harus Mampu Tarik Wisatawan

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat sambutan melepas peserta SBC X di jalan bayangkara Solo, didampingi Ketua YSBC Susanto disaksikan Presiden JFG, Dynan Fariz. Sabtu (15/7/2017)

JATENGONLINE, SOLO – Helatan Solo Batik Carnival X mengusung tema Astamurti Kawijayan, merupakan penyelenggaraan yang ke sepuluh tahun kalinya, terselenggara meriah, dengan menempuh rute karnaval berjarak sekitar 3 kilometer. Mulai dari depan Stadion Sriwedari di Jalan Bhayangkara, melintasi jalan Slamet Riyadi, hingga berakhir di Benteng Vastenburg. Sabtu (15/7/2017)

Ketua Yayasan Solo Batik Carnival, Susanto, mengatakan peserta karnaval kreasi kostum batik diikuti sebanyak 245 peserta dari Solo. Dan, kedatangan tamu 50 peserta dari Jember Fashion Carnival dan 40 peserta dari Cirebon Caruban Carnival.

“Spesial performance SBC ke sepuluh ini, karena kedatangan bintang tamu peserta dari Jember Fashion Carnival dan Caruban Carnival Cirebon, tampil bareng di Solo,” jelas Susanto.

Ditambahkan Susanto, ada enam jenis kostum yang ditampilkan yaitu sekar jagad, wayang, Jawa dwipa, topeng panji, legenda, dan jatayu sebagai maskot.

Peserta karnaval dari Jember Fashion Carnaval saat performance di SBC X, di jalan Bayangkara Solo, Sabtu (15/7/2017)

Sementara itu,Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mengapresiasi atas konsistensi penyelenggaraan SBC yang sudah terlaksana hingga kurun waktu 10 tahun. Dan mampu memperkuat branding Solo sebagai Kota Batik.

“Gelaran SBC ke 10, menjadi bukti eksistensi Solo melalui industri kreatif sebagai kota batik. Namun begitu, sebagai sebuah karnaval hendaknya SBC juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara,” Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar RI.

Menurutnya, kota Solo telah konsisten 10 tahun lewat SBC dalam mempromosikan kota ini sebagai kota batik ke penjuru dunia. Tapi karnavalnya belum. Poin karnaval harus bisa mendatangkan tamu asing luar negeri ke sini, bisa memenuhi okupansi hotel, tidak hanya sekedar mempersiapkan produk.

“Penyelenggaraan SBC seharusnya berkiblat pada acara Jember Fashion Carnaval (JFC),” tegasnya.

Apalagi dengan banyaknya seniman di Kota Solo, SBC bisa mengikuti popularitas JFC yang lebih dulu mendunia. Disamping dukungan dari Stakeholder Pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

“Kami berharap SBC menjadi event yang punya nama besar, menjadi ikon karnaval yang diperhitungkan sehingga bisa memberi andil nyata terhadap kunjungan wisatawan ,” pesan Tazbir.

Grand Carnival SBC yang mengambil start dari depan Stadion Sriwedari di Jalan Bhayangkara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.

“Peserta karnaval akan melakukan performing di panggung Jalan Bhayangkara dan di Ngarsopuro akan diiringi tabuhan dari Gilang Ramadhan Studio Band,” pungkas Susanto. (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress