Hari Pertama Sekolah, SMPN 8 Solo Niat Tingkatkan Ibadah

JATENGONLINE, SOLO – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Nugroho, S.Pd.M.Pd. pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2017/2018, Senin (17/7/2017) menyampaikan dalam Uapacara Bendera bahwa hari pertama masuk itu dimulainya kompetisi dalam arti positif dengan niat ibadah Insya Allah beban menjadi nyaman, ringan dan senang. Kita tingkatkan niat dengan keikhlasan, untuk menghindari segala macam masalah sebagai pegawai ASN ( Aparatur Sipil Negara ).

Selain itu juga disampaikan dengan laporan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah ( PLS ) kelas VII baru oleh wakil dari komite SMP Negeri 8 Surakarta Sunaryo, S.Pd. . Bahwa jumlah peserta pendaftar ke SMP Negeri 8 Surakarta sejumlah 373 siswa. Jumlah kelas VII baru yang diterima di SMP Negeri 8 Surakarta ada 256 siswa anatara lain perempuan : 142 siswa dan laki-laki : 114 siswa.

Pelaksanaan PLS dimulai dari hari Senin sampai dengan Rabu tanggal 17 Juli 2017 sampai dengan tanggal 19 Juli 2017. Inti dari pada kegiatan PLS yaitu Kegiatan membawa siswa bisa memahami situasi akademik fisik dan non fisik. Tidak ada kegiatan perploncoan. Pelaksana pemberi materi adalah bapak ibu guru SMP Negeri 8 Surakarta dan dibantu oleh pengurus OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah ).

Disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Nugroho, S.Pd.M.Pd. bahwa di SMP Negeri 8 Surakarta pelayanan dengan 2 ( dua ) kurikulum. Untuk kelas VII menggunakan kurikulum 2013, kelas VIII dan IX menggunakan kurikulum 2006. Selisih 5 jam tatap muka / minggu. Untuk kurikulum 2006 bagi kelas VIII dan IX mengikuti struktur program kelas VII yaitu kegiatan literasi yaitu membaca dengan mandiri. Bentuk kegiatan literasi untuk memaksimalkan perang perpustakaan :

Membaca buku non mapel langsung membuat sinopsis mulai dari judul buku, pengarang juga penerbit. I ( satu ) bulan bisa membaca 1 ( satu ) judul buku sinopsis artinya 1 buku 1 laporan.

Membuat puisi, geguritan, legenda, dongeng ataupun yang menjadi hoby masing-masing siswa juga kegiatan lain yang sepadan.

Ibadah dan sholat Dhuha, termasuk literasi Agama.
Untuk pertemuan pertama juga dilakukan pengenalan wali kelas di masing-masing kelas, termasuk pembagian tata tertib sekolah bagi semua siswa. Yang mana tata tertib itu disampaikan ke orang tua masing-masing siswa dan diharapkan untuk dibaca secara rinci mulai dari depan sampai belakang kemudian kalau sudah setuju artinya tidak menolak ditandatangani dan dikembalikan ke wali kelas.

Selain membagikan tata tertib , menyusun pengurus kelas, membuat daftar piket ( regu kerja ) dan membuat kelompok literasi yang terdiri dari ketua sebagai penanggungjawab, sekretaris dan anggota. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger