Honda Safety Culture School

Kondisi edukasi teori Safety Riding pada Masa Orientasi Siswa (MOS) SMP Negeri 7 Semarang.

JATENGONLINE, SEMARANG – Guna menyebarkan perilaku aman berkendara di masyarakat, Honda Jateng memiliki segudang program guna mewujudkan Indonesia yang tertib berlalu lintas. Beberapa program telah dijalani seperti Kampung Safety Riding, Taman Lalu Lintas Anak, Edukasi Safety Riding Dini, serta kerja sama dengan beberapa institusi bisnis di Semarang seperti ojek online dan beberap pabrik.

Supervisor Safety Riding Astra Motor Oke Desiyanto mengaku senang melihat ada institusi yang peduli terhadap keselamatan berkendara. Kegiatan hari ini jadi salah satu cara berbeda dari Honda untuk bisa menanamkan virus safety riding kepada seluruh lapisan elemen masyarakat di Indonesia.

“Jadi tantangan, karena kami harus memberikan materi keselamatan berkendara kepada siswa-siswi yang belum diperbolehkan untuk mengendarai sepeda motor. Sehingga materi yang kami berikan cukup berbeda, tapi pada intinya adalah cari aman di jalan raya,” ujar Oke. Senin (17/7/2017)

Setiap tahunnya, secara rutin Astra Motor Jateng telah memberikan edukasi secara langsung setidaknya kepada 14.000 individu. Baik dari usia dini, hingga dewasa.

Terbaru, perseroan juga tengah giat membentuk Honda Safety Culture School kerja sama dengan institusi pendidikan di Jawa Tengah. Sejauh ini, Honda Safety Culture School telah berjalan ditandai dengan penandatangan MoU dengan 58 sekolah yang bersedia mengikuti program.

“Pada program ini kami membina sekolah-sekolah agar sedianya sudah bisa secara mandiri menerapkan perilaku safety riding dimulai dari lingkungan sekolah. Karena kita tahu bersama, motor menjadi kendaraan utama yang digunakan oleh para siswa,” tutup Oke. (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress