Unisri Menuju Internasionalisasi Universitas

JATENGONLINE, SOLO – Dalam rangka untuk menjalin kerjasama dengan Universitas diluar negeri ataupun Universitas Internasional. Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo menjalin kerjasama dalam rangka “staff development” dan Internasionalisasi Universitas.

Disampaikan Rektor Unisri, Hj, Sri Kapti Rahayu, hasil kunjungannya ke National Taighung University Science And Teghnology Taiwan , 10-14 Juli 2017 lalu, dalam era globalisasi pendidikan kampus, Unisri berusaha mencari kerjasama dengan universitas–universitas di negara lain. Pendidikan abad ke 21 ini menitik beratkan pada pendidikan global sehingga bila kita menginginkan sebagai Universitas yang unggul maka harus dapat berkompetisi secara global.

“Semenjak diberlakukan Asean Community tahun 2015 meliputi tiga pilar yaitu Asean Economy Community, Asean Political Security Community dan Asean Socioculture Community. Ketiga pilar tersebut menyangkut aktivitas education (pendidikan),” terang Rektor, saat menggelar press conference. Rabu (2/8/2017)

Selain dosen mengikuti seminar-seminar di luar negeri atau belajar di luar negeri merupakan program globalisasi. Sementara Asosiasi keilmuan juga harus mengacu secara global sehingga kurikulum juga dibuat secara global.

Dari hal-hal tersebut Unisri memberi kesempatan pada para Dekan untuk melihat Universitas di Luar Negeri.

“Seharusnya semua Ketua program studi juga harus mempunyai asosiasi keilmuan yang dalam waktu tertentu membicarakan perubahan kurikulum dengan menyesuaikan kemajuan zaman. Melihat fasiltas untuk PBM juga sangat penting,” tegas rektor.

Kerjasama yang dituangkan sebagai MOU ataupun MOA harus dibuat sebagai “guideline” kerjasama yang akan dilakukan. Secara umum kerjasama dalam bentuk Student exchange, lecture exchange, language education, double degree/credit semester program, research maupun publication collaboration, cultural exchange program dan mengadakan seminar bersama.

“Dapat juga kita mengirim dosen tugas belajar dengan dana dari Universitas Taichung atau yang lain,” imbuhnya.

Unisri telah mempersiapkan “Summer cultural course” yang diselenggarakan selama 6-10 hari khususnya budaya Jawa. Banyak keuntungan yang didapat dengan melihat keadaan Universitas di luar. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger