Wardoyo: 2019 Sukoharjo Bebas Letter C

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya targetkan tahun 2019 seluruh tanah di Kabupaten Sukoharjo bebas sertifikat Letter C. Dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo dengan Pemkab Sukoharjo, salah satu pointnya adalah rencana pembuatan database pertanahan.

Sedangkan dari data BPN Kabupaten Sukoharjo, sedikitnya ada sekitar 26.000 bidang tanah di Kabupaten Sukoharjo belum bersertifikasi.

“Masih ada waktu tersisa dua tahun untuk mewujudkan Sukoharjo bebas letter c, para camat dan lurah harus pro aktif dan bekerja keras,” terang Wardoyo, saat menjadi Keynote Speaker dalam seminar nasional ‘Pengembangan Jejaring dalam Rangka Ekspansi Pangsa Pasar Internasional’ yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Batik (Uniba) Dies Natalis ke 34, di Hotel Sahid Jaya, Solo, Sabtu, (23/9/2017).

Semua warga harus mendapatkan sosialisasi tentang hal ini, lanjutnya, dan pak Bupati tidak mau ada keluhan warga yang mengaku belum mendapatkan informasi soal tanah.

“Guna mensukseskan program tersebut, Pemkab Sukoharjo akan menggratiskan biaya bagi masyarakat yang ingin mengurus Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi sertifikat hak milik.” imbuhnya.

Sementara program Prona, Proda dan terbaru penggratisan BPHTB hanya bagi yang masih mempunyai Letter C. Bagi Masyarakat yang sudah mempunyai sertifikat dan akan dipecah-pecah, tetap dikenakan biaya sesuai dengan regulasi yang ada.

Melalui program prona maupun proda tersebut, menurut Bupati, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mensertifikasi tanahnya dengan gratis. Tinggal bagaimana kades dan camat mampu menyelesaikan persyaratan administrasinya.

“Nanti kita juga akan kumpulkan lagi camat dan kades, untuk menghindari kesulitan, karena para kepala desa kadang masih kesulitan dalam merumuskan data dokumen, sehingga akan didapat data secara akurat berapa bidang yang belum disertifikas,” lanjutnya.

Kepala BPN Sukoharjo Dwi Purnama, dikesempatan terpisah menuturkan, proses percepatan pendokumentasian letter C, terkendala karena banyaknya tanah warisan. Dalam persyaratannya kalau tanah tersebut diwariskan harus ada keterangan dari pewaris tanah yang dalam kenyataannya kebanyakan sudah berada di luar kota. (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress