Klangenan Kuliner Solo, Ya Waroenk Pak Dhee…

JATENGONLINE, SOLO – Memang, tidak ada yang bisa membantah jika Solo itu Kota Kuliner. Kaya akan formasi makanan lezat. Komparasinya sulit dicari di kota lain. “Jadi yang kebetulan sedang berada di Solo, silakan mampir ke Waroenk Pak Dhee. Sekalian menjajal kuliner warisan leluhur dan langka,” kata Beny, pemilik Waroenk Pak Dhee beralamat di Jalan Abdul Muis 32 Setabelan Solo.

Kawasan di jalan ini, seakan sudah menjadi kawasan kuliner, karena disepanjang jalan ini berjajar beragam kuliner dengan bran yang sangat variatif, dan benar-benar memanjakan para penikmat kuliner, terutama bagi warga Solo yang suka jajan, atau dalam bahasa jawa ‘seneng keplek ilat.’

Waroenk Pak Dhee, yang rencana akan dibuka Rabu (18/10/2017) ini, semakin menambah khasanah kuliner di area tersebut dengan menawarkan aneka menu kuliner rakyat, yakni mulai soto, pecel, tahu kupat, sate ayam, bakmi jawa. Minumannya pun berciri khas Solo, seperti wedang kacang, wedang dongo dan wedang asele.

Tidak hanya menunya yang variatif, namun tempat yang luas memungkinkan pengembang resto ini pun, melayani kebutuhan konsumen untuk menyelenggarakan pertemuan.

“Kami bisa melayani untuk arisan dan ulang tahun, dengan menu spesial bakmi jawa dan sate ayam,” tambah Beni.

Ini lokasi Waroenk Pak Dhee, Jalan Abdul Muis – Setabelan Solo

Meskipun baru di launching, Waroenk Pak Dhee tidak akan memberikan diskon, karena harga yang diberlakukannya terbilang terjangkau di kantong perporsinya, untuk sate 16.000, bakmi 14.000, dan nasi goreng 12.000.

Bagi yang ingin menikmati sensasi kuliner khas Solo, di Waroenk Pak Dhee, silakan catat jam bukanya, setiap hari buka mulai pukul 07.00 WIB – 22.00 WIB.

Lebih lanjut Beni menjelaskan, bahwa dirinya ikut nguri-uri menu khas Solo. Itulah mengapa, kuliner Indonesia harus mendunia. Banyak yang lezat. Komposisi bumbu, lama menanak, besaran api, alat masak, sampai derajat kematangan, itu diatur dengan rasa.

Soto yang menjadi ikon kuliner Indonesia juga sangat populer di Kota Solo. Selain empat makanan lain yang juga dijadikan masakan nusantara dan dipromosikan Kemenpar, diantaranya sate, nasi goreng, rendang dan gado-gado.

Kekuatan Solo sebagai Kota Pariwisata salah satunya adalah kuliner. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan usaha di sektor ini terus mengalami lonjakan. Selain pemain baru, sejumlah pengembangan usaha pun banyak dilakukan.

“Sebelum Waroenk Pak Dhee, yang sudah beroperasi adalah Mie Wetan Underpass, rencana bulan Desember akan buka lagi di Gulon, belakang kampus UNS,” pungkas Beni.

Meskipun sering hanya obor-obor blarak, begitu pepatah jawa, yakni hanya ramai sesaat setelah resto atau warung makan buka, selanjutnya akan terkena seleksi alam, kecuali mereka yang inovasi dan update menu layanan tentunya.

Yang hobi blusukan mencari kuliner khas Solo, silakan tunggu kehadiran Warong Pak Dhee…! (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress