FKIP Univet Gelar Workshop Manajemen Referensi dan Cek Plagiarisme

workshop Manajemen Referensi dan Cek Plagiarisme oleh FKIP Univet Sukoharjo

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Rawannya kesalahan individual yang menyebabkan Plagiarisme, Fakultas Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Univet Bantara memberikan pelatihan Manajemen Referensi dan Cek Plagiarisme kepada 44 perwakilan dosen dari tiap jurusan. yang akan disambungkan dengan rencana penggunaan ajar yang berbasis online yang akan dilaksanakan di awal semester tahun 2018.

Pembantu Dekan 1 FKIP Univet Bantara Sukoharjo, Ismail M.pd, menuturkan keharusan online bahan ajar saat ini tentu menjadi suatu perkembangan bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun, segala karya ilmiah yang akan dipublish di dunia maya tentunya harus memiliki keakuratan serta murni merupakan hasil karya sendiri.

“Sekarang jamannya serba online, pemerintah juga tidak ketinggalan menangkap hal tersebut untuk membuat kemudahan dalam pembelajaran. Namun tentunya karya ilmiah dari Dosen yang akan di publish di internet harusnya merupakan karya sendiri. Karena jika tidak tentu si penjiplak akan mendapatkan hukumannya,”papar dia saat ditemui (18/10/2017)

Namun, ia menegaskan tidak sedikit dosen yang justru tidak mengerti cara meniru karya orang lain yang memang hal tersebut diperbolehkan, namun tetap terdapat batasannya. Ia menilai tidak jarang seseorang akan lupa mencantumkan sumber informasi, karena memang membutuhkan banyak referensi yang alhasil akan mencontoh karya orang lain namun lupa menulis sumbernya.

“Terdapat beberapa cara yang mana bisa dimulai dengan menggunakan informasi yang berupa fakta umum. Selain itu, bisa mencontoh dengan menuliskan kembali opini orang lain namun harus mengubah kalimat dengan mencantumkan sumber yang jelas. Dan juga mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas yang jelas di bagian kutipan dan menuliskan sumbernya,” tandasnya.

Karya Tulis Ilmiah dosen yang meliputi jurnal, buku ajar, modul dan lainnya merupakan suatu tanda profesionalisme seorang dosen dalam membuat suatu pembaharuan dalam ilmu pengetahuan. Namun tidak sedikit, terdapat dosen nakal yang menjiplak, mengambil karya orang lain atau plagiat untuk kemudian diakui menjadi karyanya sendiri.

“Memang belum pernah ada dosen Univet yang melakukan plagiat dalam karya tulis ilmiahnya, namun kita tetap melakukan upaya untuk meminimalisir terjadinya plagiarisme dengan memberikan pelatihan kepada para dosen. Apalagi target kami awal semester tahun 2018, materi kuliah di Univet akan bisa diakses melalui online. Tentu kita berupaya agar sistem pendidikan bisa berjalan dengan baik dan benar,” tutupnya. (jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *