Bau Limbah PT RUM Menyengat, Warga Rela Mengungsi !

Warga berada di depan saluran yang pernah teraliri limbah pabrik

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Sudah seminggu terakhir ini sejumlah warga dari empat desa yang ada di sekitar pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Plesan, Nguter, mengeluhkan bau menyengat dari limbah gas yang dibuang. Ironisnya, sebagian warga Desa Gupit, Desa Plesan, Desa Celep, dan Desa Kedungwinong yang lokasinya sangat berdekatan dengan pabrik terpaksa harus mengungsi karena tidak kuat menghirup limbah tersebut.

Informasi yang dihimpun, warga RT 01 dan RT 02 Dukuh Tawang Krajan, Desa Gupit sampai mengungsi ke 500 meter menuju Dukuh Tawang Badran akibat bau menyengat yang sudah dirasakan sejak beberapa hari yang lalu. Salah seorang warga, Kasdi (34), membenarkan bahwa warga di dukuhnya sudah seminggu mengungsi tiap malamnya.

“Kami sudah sejak Jum’at (19/10) mengungsi ke Dukuh Tawang Badran yang terdekat dengan tempat kami karena tidak tahan dengan bau menyengat itu. Bau menyengat itu membuat beberapa orang warga kami muntah – muntah dan sampai membuat mata kami pedas juga,” papar dia saat ditemui di kediamaannya.

Sementara, Ketua RT 01 Dukuh Tawang Krajan, Maridi (66), mengungkapkan bahwa datangnya bau menyengat tidak tentu. Bau menyengat bisa datang pada waktu siang, sore bahkan kadang sampai semalam.

“Kemarin ada warga kami yang sampai pingsan lantaran tidak kuat menahan bau menyengat dari pabrik. Kami tiap malam mengungsi dan pulang esok paginya, Bahkan saat ini warga yang punya anak kecil sampai diungsikan di rumah saudaranya yang jauh dari sini,” tandasnya

Pihaknya bersama warga juga sudah mengirimkan laporan pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo dan meminta langsung kepada dinas untuk terjun melihat lokasi warga yang terkena dampak. Ia berharap pemerintah daerah mau melihat kondisi warga yang berada dekat dengan lokasi pabrik serta memberikan solusi.

Ketika wartawan mencoba klarifikasi ke PT RUM tapi oleh petugas Satpam mengatakan pejabat yang berhak menjawab sedang tidak ditempat.

Terpisah, Kepala Desa Plesan, Djoko Listiyono, menuturkan sudah mendapatkan laporan dari warganya terkait bau menyengat dari limbah PT RUM. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan perangkat desa dan PT RUM untuk menangani masalah tersebut.

“Kami sudah rapatkan dengan perangkat desa dan PT RUM untuk mencari solusi terkait masalah limbah. Dan dari PT RUM juga bersedia mengundang dari masyarkat Kamis besok (hari ini-red) untuk melakukan pertemuan,” kata Djoko Listyono.

Untuk diketahui, PT RUM Sukoharjo adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi kapas sintesis(serat rayon) dan tergabung dalam group perusahaan PT Sritex Tbk sebagai produsen tekstil terbesar yang ada di Indonesia. (jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *