Otlet Sepi, Penjual Pulsa Prabayar di Solo Menjerit !

JATENGONLINE, SOLO – Sebagai bentuk kekesalan, puluhan bahkan ratusan para pelaku usaha penjualan kartu SIM prabayar di Solo Raya berunjuk rasa.

Puluhan hingga ratusan pemilik konter di Solo Raya yang tergabung dalam Solo Otlet Community) SOC ini, melakukan aksi damai dalam bentuk teatrikal, di Car Free Day Solo. Minggu (5/11/2017).

Aksi tersebut dipicu adanya kebijakn regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai registrasi prabayar menimbulkan dampak negatif bagi perdagangan pulsa di otlet dan konter di wilayah kota Solo Raya.

Keluhan itu secara spesifik terdampak dari satu pasal yang mengatur 1 NIK hanya 3 simcard (kartu perdana) per Operator, yang bisa diregistrasi secara mandiri oleh pengguna.

“Kami Solo Otlet Community (SOC) telah menyampaikan keberatan atas aturan 1 NIK untuk 3 simcard. tapi belum ada respon dari BRTI yang mewakili kementerian kominfo,” kata Fuad, Koordinator SOC.

Peraturan yang berlaku untuk semua operator seluler kartu SIM prabayar ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan nomor dan melindungi konsumen dari tindak kejahatan lewat ponsel.

Pelanggan lama yang sudah memiliki kartu SIM prabayar sebelum 31 Oktober 2017 juga diwajibkan melakukan registrasi ulang paling lambat 28 Februari 2018.

Registrasi dapat dilakukan lewat bantuan staf di gerai resmi operator seluler atau secara mandiri dengan mengirimkan SMS ke 4444. Syarat utamanya, pelanggan mesti menyiapkan nomor NIK dan KK.

“Intinya, kami keberatan atas kebijakan itu. agar ditinjau ulang, praktis pendapatan para anggota nya drop hingga 70 persen,” tambah Fuad, disela aksi.

Seperti diketahui, pelanggan prabayar operator seluler di Indonesia mulai Selasa (31/10/2017) wajib melakukan registrasi kartu SIM prabayarnya. Registrasi ini dilakukan dengan mengirim Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Setiap orang dengan satu nomor NIK dan KK bisa digunakan untuk maksimal tiga operator seluler yang sama atau berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kominfo No 21 Tahun 2017.

Dalam peraturan menteri tersebut, Pasal 11 Ayat 1 menyebutkan: “Calon pelanggan prabayar hanya dapat melakukan registrasi sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (2) paling banyak 3 (tiga) Nomor MSISDN atau Nomor Pelanggan untuk setiap NIK pada setiap Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.”

Sementara Ayat 2 menyebutkan, jika pelanggan membutuhkan lebih dari tiga nomor, pelanggan hanya bisa melakukan registrasi di gerai-gerai penyedia layanan operator seluler. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress