Menjadi Agen Properti Terbaik Sukses di Indonesia

http://irea.co.id/pages/detail/?property=14&agent=9

JATENGONLINE, SOLO – Apa agen atau broker properti? – Agen properti adalah salah satu profesi atau bidang bisnis yang sangat-sangat didambakan, bahkan penulis sendiri yakin bahwa pembaca bisa sampai ke situs ini pun, karena sangat ingin berbisnis menjadi agen atau broker properti, yang akhirnya penasaran, kemudian mencari informasinya di internet, benar kan?

Agen properti adalah seorang yang bertugas sebagai perantara yang menjembatani aktivitas jual-beli antara pemilik dan pembeli properti. Banyak orang ingin bergelut menjadi agen properti karena bisnis ini bisa di kerjakan tanpa modal yang besar, waktu yang flexibel, tidak perlu pendidikan tinggi, dan yang paling menggiurkan incomenya kelas kakap…

Direktur IREA, Iin Lee

Menurut Iin Lee, Direktur Indonesia Real Estate Agent (IREA) mengatakan, bahwa ada dua jenis agen atau pun broker properti yang harus di ketahui, yakni agen tradisional dan agen profesional yang bersertifikat.

“Agen properti bersertifikat resmi atau agen profesional adalah agen yang bergerak di bawah naungan perusahaan atau kantor agency properti, agen profesional biasanya bekerja secara team sehingga semua kesulitan dan masalah akan menjadi mudah.” terang Iin, ketika di hubungi. Senin (13/11/2017)

Kelebihan lain yang dimiliki agen profesianal, imbuh Iin, yakni jaringan pemasaran yang sangat luas, karena mereka bergerak bersama jaringan yang telah di bangun oleh kantor agency atau perusahaan properti, dan mereka memiliki akses ke jaringan yang lebih luas lagi bersama ribuan agen yang tersebar di seluruh Indonesia bersama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia.

Tingkat resiko pemasaran sangat rendah, karena mereka berada di bawah naungan bran yang sudah cukup terkenal seperti Irea.co.id, maka semakin banyak pula peluang mereka untuk di percaya klien mendapat ekslusif listing properti dan bukan hanya agen itu saja yang memasarkan propertinya secara personal, namun juga perusahaan yang menaunginya.

“Biaya pemasaran di dukung kantor dan full support budget marketing dari perusahaan, dengan adanya kepastian serta kontrak pemasaran yang jelas biasanya kantor juga berani ikut membantu memasarkan propertinya,” tambah Iin.

Database listing dan calon pembeli yang dimiliki perusahaan juga besar, sehingga mempermudah terjadinya proses closing atau penjualan agen.

Sedanglkan untuk agen tradisional adalah broker properti yang tidak berada dalam suatu naungan perusahaan atau kantor agency properti, sehingga semua aktivitas jual-beli yang mereka lakukan relatif tergantung pada kemampuan pribadi dan jaringan yang dimilikinya.

Praktis jaringan pemasaran yang mereka miliki sangat-sangat terbatas, faktor kepercayaan antar broker sangat-sangat menentukan apakah dapat bekerjasama atau tidak, jika tidak ada kerja sama maka ruang lingkup pemasaran properti mereka akan semakin terbatas.

Keputusan menjadi mutlak milik pembaca apakah ingin hanya sekedar jualan properti seorang diri dalam agen tradisional, ataukah menjadi agen profesional yang memiliki kompeten dibidang jual beli properti. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress