Life Without Diabetes Solo Paragon Mal Gandeng Prodia

JATENGONLINE, SOLO – Life Without Diabetes diselenggarakan oleh manajemen Solo Paragon Lifestyle Mall, di Upper Gallery. Minggu (19/11/2017). Even diselenggarakan bertepatan peringatan hari diabetes.

Hadir sebagai pembicara yakni Dr. Warigit Dri A., Sp.PD, M.Kes. dan moderator R. Beppy Hamuaty, M.Kes, Apt. dari PT Prodia Widyahusada atau Laboratorium Klinik Prodia Solo.

Dr. Warigit Dri A., Sp.PD, M.Kes atau yang dikenal dengan Yongi AFI ini memaparkan, perihal mengenai Prediabetes, yakni kondisi dimana proses pendahulu Diabetes Militus, dengan menyampaikan beberapa ciri-ciri klasik tentang penyakit tersebut.

“Mudah lelah, sering buang air kecil di malam hari, mudah lapar menjadi ciri klasik terkena gejala ini, segera cek ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apakah rentan terkena Diabetes Militus,” paparnya.

Sementara Prediabetes, imbuh Dr Yongki, adalah istilah untuk tahap penanda awal dari penyakit diabetes tipe dua ketika level gula darah mulai melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat dikategorikan sebagai penyakit diabetes mellitus tipe dua.

Sementara itu, Laboratorium Klinik Prodia berusaha mengkampanyekan pencegahan prediabetes bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dengan melakukan roadshow di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Melalui talkshow ini diharapkan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda prediabetes, serta memahami tindakan preventif untuk mencegah terjadinya prediabetes,” ujar Branch Manager Prodia Solo, Maria Diah Fibriani, S.Si, Apt, M.Kes

Seminar diikuti oleh lebih kurang dari 150 peserta, selain pasien dari Laboratorium Klinik Prodia yang berasal dari berbagai kalangan dan masyarakat umum, kelompok lansia Padi Mas yang antusias mendengarkan paparan yang disampaikan oleh para nara sumber.

“Penderita prediabetes memiliki risiko lebih besar terhadap diabetes melitus tipe dua, namun kondisi ini juga bisa dijadikan sebagai pengingat atau titik balik untuk segera melakukan perubahan pola hidup ke arah yang lebih baik,” tambah Fifi.

Dikatakannya, pada 2030 International Diabetes Federation (IDF) memprediksikan terdapat 398 juta penduduk dunia mengalami prediabetes. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi prediabetes di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 10,2 persen, sehingga diperkirakan 24 juta penduduk Indonesia adalah penderita prediabetes.

“Trennya di masyarakat saat ini di usia lebih muda terkena diabetes. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik sebesar 40 persen, dan 60 persen disebabkan oleh pola makan,” pungkasnya. (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress