Hentikan Aksi Represif Kasus Tanah

Ketua Dewan Tani Indonesia Ferry Juliantono, Cagub Jateng, usai Diskusi IMM Soal Reformasi Agraria di kampus UMS

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jateng menganggap banyak kasus agraria di Jawa Tengah yang mangkrak, tidak selesai. Selama ini reformasi agraria dinilai sebatas bagi-bagi sertifikat saja dan tidak menyasar kepada persoalan di masyarakat.

Atas kondisi tersebut IMM Jateng dan cabang Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar diskusi publik dengan tema reformasi agraria dan nasib petani.

“ Ada tiga poin yang menjadi sorotan kami, petani, nelayan dan buruh, di mana petani kita dalam kondisi tidak baik-baik saja, karena ada sejumlah kasus yang belum terselesaikan. Dan reformasi agraria sampai saat ini belum dilaksanklan sampai grassroot,” kata Ketua DPD IMM Jawa tengah, Abdul Wahid, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Ketua Dewan Tani Indonesia Ferry Juliantono, yang diundang sebagai pembicara membeberkan fakta bahwa masih ada sekitar 5000 kasus sengketa agraria di Indonesia yang belum terselesaikan. Sedangkan pemerintah sendiri dinilai masih cenderung menggunakan pola lama, dengan upaya represif untuk menangani kasus agraria tersebut.

“Di Indonesia ini masih banyak hukum adat yang mengatur tentang pertanahan seperti di Sumatra dengan hukum nagari, hukum waris dan di Papua juga mesti terakomodir di UU Agraria. Selain itu persoalan yang terjadi adalah koefisien kepemilikan lahan yang dapat memicu ketidakadilan serta konversi lahan indsutri yang tidak sesuai,” tandas Ferry, Senin (20/11/2017).

Pilihan tindakan represif dalam penyelesaian kasus kasus agraria masih menjadi pilihan bagi rakyat maupun pemerintah.

“Tindakan represif sudah harus mulai ditinggalkan, diganti dengan pendekatan yang lebih baik, yang tentunya dilindungi dengan payung hukum yang sah. Maka langkah pertama idealnya dengan mempersiapkan regulasi hukum. Termasuk didalamnya memperhatikan sinkronisasi dengan hukum adat, ” tandas Ferry yang juga bakal calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra tersebut.

Pihaknya berharap langkah IMM untuk mendengungkan reformasi agraria mendapat respon dari masyarakat dan pemerintah. Karena hal teraebut berhubungan erat dengan upaya Indonesia berswasembada pangan. (jia)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress