bank bjb MoU Dengan BPJS Kesehatan Melalui Supply Chain Financing

Program JKN-KIS

JATENGONLINE, JAKARTA – bank bjb kembali meningkatkan sinergi dengan perusahaan BUMN, dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara bank bjb dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

bank bjb memanfaatkan momentum, peluang dan potensi besar dari BPJS Kesehatan serta guna meningkatkan kebutuhan layanan perbankan dan memperluas layanan yaitu kerjasama tentang Konfirmasi atas Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat kepada Fasilitas Kesehatan yang berkerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan ruang lingkup kerjasama sebagai berikut :

Dalam rangka pemberian konfirmasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) oleh BPJS Kesehatan kepada bank bjb dalam rangka memperlancar pembiayaan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang ditawarkan bank bjb.

Pemberian data/Invoice yang telah disepakati dalam rangka memperlancar pembiayaan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang ditawarkan bank bjb kepada Fasilitas Kesehatan yang berkerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Adapun perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Direktur Komersial bank bjb, Suartini dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso yang bertempat di JS Luwansa Hotel, Jakarta (22/11). Dimana tujuan dan potensi kerjasama ini antara lain :

Pemberian fasilitas KMK RC terbatas dari Divisi Komersial bank bjb kepada BPJS Kesehatan dan Open Account Financing (OAF) kepada fasilitas kesehatan terkait tagihan failitas kesehatan yang telah berkerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Dalam rangka melakukan pembiayaan kepada fasilitas kesehatan melalui produk Open Account Financing (OAF) bank bjb yang telah berkerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Program Pembiayaan Tagihan Faskes mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambil alihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Kondisi saat ini, sesuai dengan peraturan yang berlaku BPJS Kesehatan melakukan pembayaran tagihan pelayanan kesehatan maksimal 15 hari kerja setelah berkas lengkap. Namun melihat kondisi yang terus berkembang dan untuk terus menjaga cashflow dari rumah sakit, kami bekerjasama dengan bank bjb menawarkan program SCF ini, dengan harapan likuiditas dari faskes khususnya faskes swasta tetap terjaga serta memastikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS tetap berjalan, sambil menunggu verifikasi tagihan dari BPJS Kesehatan selesai,” ujar Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso.

Kemal berharap Supply Chain Financing yang bekerjasama dengan bank bjb ini dapat segera direalisasikan agar dapat membantu likuiditas keuangan faskes tingkat lanjutan, sehingga pelayanan kesehatan terhadap peserta JKN-KIS di Faskes tingkat lanjutan juga dapat ditingkatkan secara berkesinambungan.

Direktur Komersial bank bjb Suartini menyampaikan “Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi bank bjb dengan BUMN yang strategis dan mencerminkan komitmen bank bjb untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat serta melalui kerjasama ini diharapkan dapat memperluas cakupan bisnis bank bjb beserta potensi bisnis lainnya” ujar Suartini.

Sebagai informasi, sepanjang Triwulan III tahun 2017 bank bjb berhasil membukukan total aset sebesar 114,2 Triliun Rupiah atau tumbuh 12,5% y-o-y. Dimana total laba bersih mencapai 1,3 Triliun Rupiah yang didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 11,9% y-o-y dengan total kredit yang disalurkan bank bjb sebesar 70,5 Triliun Rupiah dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 18,5% y-o-y dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 86,6 Triliun Rupiah atau tumbuh 18,6% year on year (y-o-y).

Selain itu, kerjasama ini merupakan salah satu upaya mewujudkan visi bank bjb menjadi 10 bank terbesar di Indonesia. Sebagaimana diketahui saat ini bank bjb sudah menasional, bank bjb termasuk bank kategori Bank BUKU III dan termasuk dalam 15 bank terbesar di Indonesia. Per-September 2017, bank bjb telah melengkapi dirinya dengan total jaringan kantor yang berjumlah 2.287 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi. (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress