Ini Trik Azana Hotels Management Dongkrak Okupansi Hotel

JATENGONLINE, SOLO – Untuk mensiasati minimnya okupansi perhotelan di kota Solo dikisaran 40-50 persen, dengan pertumbuhan okupansi hanya di kisaran 1 persen, terpaut jauh bila di banding pertumbuhan properti hotelnya yang mencapai 10 persen per tahun ini dibutuhkan trik tersendiri.

Dicky Sumarsono, CEO Azana Hotels Manajemen dan pelaku bisnis perhotelan dan konsultan hotel yang sudah banyak mengamati dan melakukan analisa bisnis hotel ini, menyampaikan beberapa trik menghadapi situasi tersebut.

“Faktor utama dalam kesuksesan menjalankan bisnis hotel di Solo adalah pada team sales dan marketing yang memiliki data base aktif serta unique selling point di hotel yang bisa menghasilkan bisnis, ” papar Dicky, ketika bertemu wartawan di kantornya. Senin (27/11/2017)

Selain juga menciptakan bisnis model baru, disamping tetap berupaya meraih pangsa pasar yang cukup besar dari Jakarta dengan even-even series untuk menghasilkan bisnis yang baik. Wedding merupakan pasar yang tidak pernah surut, menjadi potensial untuk diraih bagi hotel yang memiliki kapasitas 3000 orang.

“Dan yang penting lagi, hotel yang beroperasional tidak memiliki beban angsuran kepada bank, apalagi nilainya cukup tinggi akan semakin menambah berat beban operasional yang ditanggung oleh pihak manajemen,” imbuh Dicky.

Sementara itu justru di kota-kota kedua atau ketiga, atau kabupaten okupansinya relatif stabil dan cenderung naik, diantaranya hotel yang berdampingan dengan mall, dekat dengan bandara, stasiun atau terminal serta diarea kampus yang mahasiswanya hingga 10 ribu orang.

Azana Hotels Management saat ini sudah berhasil mengelola lebih dari 30 hotel di seluruh Indonesia, dengan tingkat hunian kamar rata-rata diatas 70 persen. “Bahkan untuk dikota-kota kedua dan ketiga hotel yang berlokasi didekat bandara bsa mencapai 90 persen,” ujarnya.

Mulai bulan Desember 2017 hingga Juli 2018 akan membuka 15 hotel baru lagi yang berada di Surabaya, Batu, malang, Kerawang, Kemayoran Jakarta, Airport jakarta, Belitung, Bengkulu Beach, Kendari, Semarang, Tulungagung dan Boyolali.

“Sangat optimis Azana Hotels Management yakin dapat mengelola hotel-hotel tersebut hingga mencapai okupansi rata-rata diatas 70 persen tiap bulannya,” pungkas Dicky. (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress