Tidak Semua Ujaran Kebencian Bisa Dipidanakan

Polisi Surakarta dan Sukoharjo ikuti pelatihan penanganan ujaran kebencian.

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Semakin maraknya ujaran kebencian yang beredar utamanya di media sosial (Medsos), membuat Mabes Polri melakukan pembekalan bagi jajaran kepolisian daerah untuk lebih memahami batasan ujaran kebencian. Karena tidak semua bentuk tulisan yang dianggap sebagai ujaran kebencian bisa dipidanakan.

“Tidak semua ujaran kebencian bisa dipidanakan. Yang wajib dipahami adalah ujaran kebencian merupakan setiap bentuk ekspresi yang mendorong kebencian dan berbentuk hasutan untuk mengajak orang lain melakukan kekerasan pada subjeknya seperti agama, suku, institusi, orang dll. Sementara banyak pihak yang tidak memahami unsur dalam ujaran kebencian, didalamnya harus ada unsur kebencian, hasutan berpotensi mempengaruhi orang bertindak buruk dan objek sasaran harus jelas.” tandas Gufron Makmuri, wakil direktur Imparsial, saat memberikan pelatihan kapasitas anggota kepolisian dalam penanganan ujaran kebencian.

Gufron menambahkan, Cyber Crime Polri sejauh ini sudah terlihat kerjanya tapi belum maksimal, karena sejauh ini hanya menangani masalah permukaan, setelah ada kasus baru diungkap. Materi yang diberikan antara lain update kasus kasus kebencian, prinsip dan standart ujaran kebencian sesuai HAM, mengkaji UU ITE sesuai HAM dan UU Internasional juga perspektif mengoptimalkan masing masing fungsi polri dalam penanganan ujaran kebencian.

Pelatihan yang digelar selama dua hari Selasa – Rabu (5-6/12/2017) di Best Western Hotel Solo Baru Sukoharjo, digagas oleh Mabes Polri melalui Lemdiklat Polri (lembaga pendidikan dan pelatihan) bekerja sama dengan Imparsial, lembaga penanganan HAM.

Waka Polda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Indrajit SH saat membuka pelatihan menegaskan bahwa menjelang tahun politik ujaran kebencian kerap menjadi senjata untuk kampanye dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Dimana imbasnya dapat mengangu keamanan dan ketertiban daerah.

“Maka kita perlu membekali anggota soal kasus kasus yang berkaitan dengan cyber crime utamanya soal ujaran kebencian,” ungkap Waka Polda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Indrajit SH. (jia)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress