Penjualan Mobil Honda Berimbas Maraknya Taksi Online

JATENGONLINE, SOLO – Paska pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah mengijinkan kendaraan berkubikasi di bawah 1300 cc dipergunakan sebagai taksi berbasis aplikasi online atau daring awal tahun ini.

Tertuang dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek. Artinya, mobil yang termasuk dalam Low Cost Green Car (LCGC) bermesin 1000 cc dapat dijadikan taksi online.

Hal tersebut rupanya berdampak pada pengajuan kredit mobil dan penjualan mobil Honda. Asisten General Manager Honda PT Bintang Putra Mobilindo, Alim Nasiruddin mengatakan adanya taksi online seperti gocar, grab atau uber memang berpengaruh.

“Dengan adanya taksi online menambah segmen pasar Honda yang baru,” papar Alim.

Hingga akhir tahun 2017, angka penjualan di dua dealer se-Solo Raya signifikan membaik. Dengan tercapainya target penjualan di Dealer Honda Bintang Slamet Riyadi tercapai 100 persen sebanyak 127 unit. Sedangkan Dealer Honda Solo Baru mencapai 90 persen dari target 157 unit sudah terjual 147 unit.

“Sekarang kita sudah main di semua segmen dari bawah sampai atas. Untuk LMPV ada Mobilio, Brio RS di City Car, Brio Satya di LCGC, Jazz di Hatchback, dan HR-V di Crossover,” jelas Alim.

Namun demikian, di antara segmen itu tidak saling memakan, masing-masing ada segmentasinya sendiri. Untuk MPV dan upper MPV pabrikan tidak mengeluarkan lagi, sehingga perkuat di pasar Low MPV, pungkasnya. (ran)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress