Refleksi Peradi: Hukum Di Indonesia Penuh Intervensi

Refleksi akhir tahun Peradi Surakarta bersama sejumlah stakeholder hukum di Surakarta.
JATENGONLINE, SUKOHARJO – Profesionalitas penegak hukum dinilai masih belum berjalan baik. Praktek pelanggaran masih banyak, sogok menyogok kasus masih terjadi. Dan ironisnya belum ada upaya atau formula yang mengarah pada penegakan hukum secara profesional.

“Apakah selama ini hukum sudah berjalan semestinya? karena banyak yang sudah dan masih melenceng dari aturan hukum. Misalnya saja kasus Jesica yang di live siaran televisi. Juga kasus Setnov yang seolah olah drama. Masyarakat jangan semakin terjebak dalam proses hukum yang salah.” ungkap Dr HD Djunaedi, korwil Peradi Jateng, dalam refleksi akhir tahun quo vadis penegakan hukum di Surakarta yang digelar DPC Peradi Surakarta, di Syariah Hotel Solo, Jumat (22/12/20117).

Djunaedi menambahkan msih banyaknya praktek intervensi yang terjadi di dunia hukum Indonesia.

Dalam diskusi yang diikuti 100 peserta dari Peradi, kejaksaan, pengadilan aparat kepolisian, TNI dan pihak terkait, juga menghadirkan nara sumber dari Asyarhadi SH,MH dari PN Surakarta dan AKP Teguh Sujadi, Wakasat Intel Polresta Surakarta.

Dijelaskan Ketua Peradi Surakarta, M. Badrus Zaman, refleksi hukum akhir tahun ini merupkan kegiatan rutin Peradi.

“Tema quo vadis penegakan hukum di surakarta, yang dipilih agar para penegak hukum lebih berbenah. Di Soloraya belum ada penegakan hukum kearah yang baik fair play, tapi masih sama saja. Jalan pintas masih jadi pilihan. Refleksi ini bertujuan untuk sharing dan saling memberi masukan dan introspeksi,” tandas Badrus Zaman.

Untuk penegakan hukum yang lebih baik, Peradi berkomitmen melakukan pendidikan hukum, dan melaksanakan poses penegakan hukum dengan baik dan merata di semua lini masyarakat, bukan hanya pada masyarakat yang sedanf bersinggungan dengan kasus hukum saja.

“Tindakan nyata, Peradi akan memperketat rekrutmen peradi. Menggiatkan posbankum dan utamanya memaksimalkan pendidikan hukum di semua lini masyarakt,” tandas Badrus. (jia)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress