Pentingnya Analisa Market Untuk Kuasai Pasar

JATENGONLINE, SOLO – Mengetahui kondisi pasar menjadi relevan dibutuhkan, manakala menentukan segmentasi bidikan konsumen. Bagi pelaku dan pebisnis yang mempunyai rencana untuk mengembangkan area pasarnya. Seperti halnya di pasar properti.

Sementara, dalam menganalisa pasar properti dilakukan untuk menentukan tentang keseimbangan antara supply dan demand. Harga akan naik kalau terjadi kondisi supply minim atau Seller Market dan kebalikannya harga akan turun apabila supply berlebihan, tidak terserap pasar atau terserap pasar tetapi diborong oleh spekulan atau Buyer Market.

“Awalnya harga akan naik tetapi karena properti dalam kondisi kosong tanpa penyewa otomatis harga akan terkoreksi akibat turunnya demand,” kata Susanto, Operating Principal IREA Property, saat berbincang prospek properti dan kondisi riil lapangan, di kantornya. Kamis (28/12/2017)

Setiap terjadi pergeseran pasar ini, lanjut ketua AREBI Jawa Tengah ini, maka akan menyebabkan terjadi perubahan harga sehingga diperlukan perbedaan perlakuan untuk masing-masing pasar.

Pada saat tingkat penawaran semakin tinggi akibat semakin banyaknya pelaku usaha properti yang bertemu dengan tingkat permintaan yang rendah akibat daya beli yang rendah maka harga jual properti harus turun.

“Sebagian besar orang akan menjual assetnya. Lalu muncul banyak penawaran yang under value yang oleh investor dianggap sebagai peluang besar untuk masuk dan mendapatkan gain,” tambah Santo.

Begitupun sebaliknya, lanjut pelaku bisnis yang sudah puluhan tahun malang melintang di sektor properti ini, manakala kondisi makro ekonomi bagus dan bunga rendah yang akan menyebabkan permintaan lebih tinggi dari penawaran, harga akan naik mengoreksi perlambatan yang pernah terjadi dan pasar properti akan boom.

“Untuk mendapatkan gain yang maksimal belajarlah menganalisa properti dengan baik,” pesannya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *