‘Miss Sedotan’ Dijemput ‘Mesra’ Tim Medis Griya PMI Solo

‘Miss Sedotan’ saat di jemput Tim Medis Griya PMI Solo. Selasa (23/1/2018)

JATENGONLINE, SOLO BARU – Setelah hampir seminggu berada di seputaran salah satu stasiun radio di Solo Baru, Sukoharjo. Seorang tuna wisma berjenis kelamin perempuan dijemput ‘mesra’ oleh tim medis dari Griya PMI Solo. Selasa (23/1/2018)

Dijuluki ‘Miss Sedotan”, karena tiap hari kerjaannya hanya munguti sedotan disekitar lokasi.

Menurut, kru stasiun radio tersebut, Riri Chandra, menyatakan ibu-ibu yang tidak diketahui identitasnya tersebut, terlihat lalu lalang di tempatnya beraktivitas sudah hampir satu minggu ini.

“Saya tidak tega untuk mengusir ibu itu, karena kondisinya hujan, tapi lama-lama merasa risih juga dengan keberadaannya disitu, apalagi jika pada saat jam kantor. Awalnya kami telpon Dinas Sosial Sukoharjo, tidak ada respon. Akhirnya kami hubungi Griya PMI,” ujarnya usai penjemputan pasien.

Menurut Tahid, Tim Media Griya PMI Solo, nantinya sesampai di Griya PMI langsung dilakukan assessment, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital kemudian dipotong rambutnya dan dimandikan, terakhir akan dilakukan pengecekan kondisi umum.

“Bila kondisinya tidak baik melalui tekanan darah, kita konsulkan ke dokter yang stanby di Griya PMI 24 jam, bila baik maka kita tempatkan di bangsal Griya Bahagia bagi lansia,” terang Tahid.

Sambil menanyakan alamat asalnya, imbuh Tahid, bila jelas, maka akan kita antar ke keluarganya, namun bila tidak memiliki tempat asal, akan di rawat di Griya PMI hingga meninggal.

Fasilitas yang diberikan kepada pasien yang tinggal di Griya PMI yakni sangat terjamin, untuk makannya 3 kali sehari, diawasi oleh dokter dan perawat selama 24 jam.

“Jadi Griya PMI itu merawat gangguan jiwa, lansia terlantar dan miskin, yang kita ambil dari jalanan maupun dari rumah penduduk yang tidak mampu, sekarang total pasien kita berjumlah 150 pasien, dengan bangsal putra dan putri kita sendirikan,” papar Tahid.
Sementara, dikesempatan yang sama disampaikan Tahid, bahwa Griya PMI Solo memiliki program baru yakni 1 gelas beras untuk Griya PMI Peduli Solo. Program ini adalah mandiri, tanpa dana dari APBD maupun APBN.

“Bahwa Griya PMI sekali masak adalah 15 kilo x 3 = 45 kilogram dalam sehari, bahkan bisanya malah nambah, bila di kali sebulan maka hampir 1.5 ton,” terangnya.

Maka program 1 gelas beras untuk Griya PMI Peduli Solo, yang merawat gangguan jiwa dan lansia miskin terlantar, yang diambil dari jalanan, membutuhkan dana dikisaran 70-100 juta rupiah. Biaya terbesar tersedot kebutuhan makan dan kesehatan.

“Program ini diluncurkan pada prinsipnya, agar masyarakat peduli terhadap sesamanya,” pungkasnya. (ian)

Ini kronologi penjemputan ‘Miss Sedotan’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress