Pemilik Ruko & Jukir Solo Baru Resah, Ini Sebabnya…

Indra salah satu pengusaha Solo Baru yang menolak program parkir gate. Lokasi citywalk di ruko soba jln Ir Sukarno yang menjadi salah satu lokasi parkir model gate yang akan di berlakukan oleh Dishub Sukoharjo.

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Sejumlah pemilik usaha dan juru parkir di sepanjang jalan Ir Soekarno Solo Baru, Grogol, mengaku resah atas rencana pemkab Sukoharjo yang akan membuat parkir model gate yang dioperasikan menggunakan komputer, seperti yang diberlakukan di mall.

Indra, salah satu pemilik usaha di jalan Soekarno mengaku menyayangkan pemerintah tergesa gesa dalam membuat proyek parkir gate tersebut, ditambahkan kurangnya sosialisasi pada seluruh pelaku usaha jadi banyak informasi yang membuat resah masyarakat.

“Saya rasa belum tepat kawasan jalan soekarno ini di beri parkir model gate seperti di mall mall itu. Apalagi parkir yang ada di depan toko kami itu adalah tanah kami, bukan milik negara. Beberapa pelaku usaha resah, kami juga tidak mendapat informasi bagaimana teknis pelaksanaannya, apakah pemilik, warga dan karyawan juga harus bayar.” tandas Indra pemilik Solo Fitness ditemui koran ini Jumat (26/1/2018).

Sehari sebelumnya Isra Harly Wahyudin, pemilik usaha Omega com Solo, mendatangi Kantor Kecamatan Grogol dan menyerahkan surat pernyataan warga sepanjang jalan Ir Soekarno, yang menolak proyek parkir gate tesebut.

“Kami serahkan surat pernyataan keberatan, semua warga dari 6 blok seperti yang direncanakan sepakat menolak semua,” imbuh Isra.

Tidak hanya pelaku usaha, para jukir juga mengaku resah karena kuatir ladang pekerjaannya hilang digantikan mesin komputer. Kalaupun dijanjikan akan diangkat sebagai petugas parkir gate, mereka masih resah karena belum ada penjelasan lebih lanjut.

“Saya sudah parkir disini 15 tahun. Setelah ramai kok diminta pemerintah. Kita juga resah, bagaimana kelanjutan pekerjaan kami,” ungkap Supardi (46) warga Kadilangu.

Tiap hari kita juga setor parkir ke Dishub sekitar 50 ribu per blok, imbuh Supardi.

“Janjinya sih akan dijadikan karyawan di parkir gate itu, tapi apa semua bisa diangkat. Satu blok sini ada 8 petugas. Belum blok lain, sekitar total ada 50 an jukir,” tegasnya.

Sejumlah pengusaha Solo Baru dan jukir berkumpul di Solo Baru, Jumat (26/1) siang, untuk rembugan bagaimana menyikapi hal tersebut. Hasilnya, warga dan jukir masih menahan diri dan menunggu kebijakan pemerintah. Warga pun berencana akan mengadu ke DPRD Sukoharjo, untuk hearing, jika diperlukan.

Terpisah, Camat Grogol, Bagas Windaryatmo, mengatakan pihaknya bersama Dishub kembali akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh, baik itu pada pelaku usaha maupun petugas juru parkir.

“Sosialisasi masih akan dilakukan. Kalau di aturan-aturan yang dibuat ada yang perlu di revisi kita akan rembug bersama. Program ini juga untuk kebaikan bersama. Untuk penataan kawasan lebih tertib, juga pemasukan PAD lebih terkontrol,” tandas Bagas Windaryatmo.

Seperti diketahui proyek parkir gate di Solo Baru ada enam segmen (blok) yang akan dikelola Dishub, yakni di deretan Ruko Toko Mas Semar, deretan Ruko Purimas, deretan Ruko Omega Cell, deretan Ruko Utara SPBU Solo Baru, deretan Ruko Utara Hartono Mall, serta deretan Ruko Hartono Trade Center (HTC). (jia)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress