Yuan Nilasari Dari Guru Ke Asuransi

Kini Agency Director Prudential

JATENGONLINE, SOLO – Cantik, lincah dan bersahaja, itulah Nila panggilan akrabnya, sebelum menekuni bidang asuransi ibu dua anak ini telah menekuni dunia pendidikan sebagai seorang guru, pengabdiannya selama 17 tahun dijadikan bekal untuk mencapai cita citanya sejak kecil.

“Sejak kecil memang suka guru karena memang suka mengajar, saya merasa berguna untuk orang lain ,” jelasnya kepada JO.  Rabu (31/1/2018).

Guru bidang kesehatan menjadikan kebanggaan, suatu saat dipertemukan dengan salah satu teman yang bergerak di bidang asuransi, makanya saya mencoba dan tertarik akhirnya bergabung di Prudential, sampai saat ini menjadi hidupnya lebih baik dan nyaman.

Selain semakin mandiri, keingian bepergian ke luar negeri pun bukan lagi hanya impian, seperti ke Paris (Perancis), Roma (Italia), Australia, Singapore, Thailand. Dan,  mobil yang didambakannya pun telah mengisi garasi rumahnya. Itu semua karenapendapatan yang lebih dari cukup saat menekuni profesinya yang sekarang.

“Secara income, jauh lebih baik di asuransi, karena mandiri dan keinginan untuk membeli sesuatu pun tercapai,” jelas anak bontot dari 5 bersaudara ini.

Dengan memilih bergabung di asuransi prudential, melalui prestasinya yang bagus membuatnya bisa jalan jalan ke Jepang, Australia dan Singapore. “Justru peluang di asuransi ini semakin banyak karena masih ada sebagian yang belum sadar akan asuransi.” imbuhnya.

Selain tetap di asuransi, Yuan yang kini sebagai Agency Director,  kedepan akan berupaya dan berkeinginan untuk terus mengembangkan bisnis asuransi ini ke beberapa kota, tidak hanya di Solo aja. “Cita-cita saya akan membikin jaringan yang lebih gede lagi, agar masyarakat bisa berusaha yang lain terlebih melalui kegiatan sosial,” katanya

Diakui Yuan, kesadara masyarakat untuk berasuransi kurang optimal, sehingga bidang asuransi ini menjadi peluang, apalagi ada BPJS itu lebih membantu, contohnya di Jepang setiap individu bisa memiliki sampai 5 polis, sementara menurut Yuan, di Indonesia sendiri masih beranggapan asuransi tidak penting, bahkan ada yang belum punya asuransi.

“Maka, menjadi peluang bagi kita,” ungkapnya.

Namun, imbuh Yuan, saat ini banyak masyarakat yang sudah sadar akan fungsi dan kegunaan dari asuransi, terbukti adanya masyarakat yang sudah meluangkan waktunya untuk, mengurus asuransi yang secara khusus datang ke kantor dan maupun melalui telephone.

Ketangguhan dan keuletan yang dimiliki Yuan, berkat cara didikan orang tuanya, terutama ibunya, digembleng secara keras, karena harus single fighter membesarkannya bersama saudra kandungnya, sementara ayahnya lebih dulu meninggal saat Yuan masih kecil. Ibunya yang bertanggung jawab penuh membesarkan lima anak dengan kondisi ekonomi yang terpuruk, akibat kebangkrutan usaha yang dialami oleh orangtuanya. Maka semua keluarga dituntut untk mampu mandiri.

Bila mengingat masa lalu, miris rasa hatinya, pernah satu mie dibagi untuk lima orang anak dan menjual kacamata untuk menghidupi keluarga. “Disatu sisi membuat kita semakin bersyukur, baiknya tuhan kasih, dan dipertemukan dengan prudential.” kata Yuan mengakhiri perbicangan. (uci)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress