Era Baru Disruption, Disrupting atau Disrupted !

Pilihannya Menyerang atau Diserang

JATENGONLINE, SOLO – Saat dunia berubah, industri lama pun terdisrupsi tanpa bisa terelakkan lagi. Tak berdaya ? banyak orang lama memilih untuk tidak menghadapinya. Mereka memilih untuk bertarung di dalam, bertengkar dengan sesama mereka sendiri, ketimbang berpikir dan berinovasi menghadapi lawan baru di luar sana.

Disruption adalah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru dan berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru.

Disruption menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat.

AMA Indonesia Solo menyelenggarakan seminar Disruption Digital dengan mengundang nara sumber kompeten di bidangnya, yang terbagi dalam dua sesi, di sesi pertama akan di hadirkan Daniel Tumiwa, Anggota Dewan Penasehat Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdFA), Former CEO OLX Indonesia. Disesi kedua dihadirkan Rama Manusama, CEO Mandala Labs & Former of Head of Innovation & Strategy MDI Investement.

Seminar akan dilaksanakan di Grand Meeting Room Orient International Restoran, Jalan Slamet Riyadi 397 Solo, Sabtu 3 Februari 2018, mulai 08.00 – 15.00 WIB.

“Silakan manfaatkan dua hari terakhir bagi perusahaan, untuk mengenalkan logo perusahaannya, hanya dengan mengambil 10 seat, logo perusahaannya akan tercetak di back drop seminar,” jelas Iin, saat ditemui di Pipo Ledeng resto. Selasa (31/1/2018)

Seminar ini dihadirkan, imbuhnya, demi membuka mata tentang perubahan IT dan melihat bersama-sama dengan kacamata baru, membaca proses, lingkungan, dampak regulasi, strategi, dan akibat dari disruption.

Perubahan itu ternyata membawa pula dampak sosial yang cukup besar. Pergeseran itu memantik respons dari semua kalangan. Pro dan kontra merebak. Sementara pencerahan tentang pergumulan internal dalam setiap episode disruption, alasan tentang harus ada pola pikir baru dalam disruption.

Lebih penting, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi zaman baru yang tak lagi terikat waktu dan tempat? Bagaimana membaca dunia baru ini?

Mereka yang sibuk mencari pembenaran dalam pertempuran internal, lalu terjerembap dalam era peradaban digital dan tenggelam dalam era disruption. Padahal disruption merupakan tantangan untuk bertumbuh dan berinovasi. (ian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!