Kebiasaan Baik di Sekolah Tekan Perilaku Buruk Siswa

JATENGONLINE, SOLO – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Sutarmo, S.Pd.,M.Pd. mengharapkan bahwa setiap hari Senin diadakan Upacara Bendera dengan petugas yang bergiliran. Termasuk Pembina Upacara juga harus bergantian antara guru yang satu dengan yang lainnya tujuannya adalah melatih untuk menjadi pemimpin.

Di sekolah ini sebagai petugas upacara dimulai dari kelas IX A – IX H, dilanjutkan dengan kelas VIII A – VIII H terus sampai kelas VII A – VII H. Sedangkan Pembina Upacara dilakukan oleh Wali Kelas masing-masing yang bertugas.

Sebagai agenda untuk dilakukan pada setiap Upacara hari Senin selanjutnya. Dan diharapkan ada notulen yang khusus untuk menulis isi / amanat yang diberikan oleh Pembina Upacara.

Pembina Upacara saat memberikan amanat upacara

Hari Senin tanggal 5 Februari 2018 SMP Negeri 8 Surakarta mengadakan Upacara Bendera. Kebetulan yang menjadi Pembina Upacara adalah Guru Bahasa Jawa , Dra. Sri Suprapti sekaligus wali kelas VIII G. Jadi petugas Upacara dilakukan oleh siswa kelas VIII G.
 

Upacara yang dilakukan pukul 07.00 WIB di halaman SMP Negeri 8 Surakarta dan diikuti oleh semua warga SMP Negeri 8 Surakarta antara lain Kepala Sekolah, Bapak / Ibu Guru, Karyawan / Karyawati dan siswa kelas VII, VIII dan IX. Walaupun situasi mendung tetapi semua peserta tetap tertib dalam mengikuti dari awal hingga berakhirnya upacara.

Amanat yang disampaikan oleh Pembina Upacara yaitu kebiasaan baik yang dilakukan di sekolah. Pembina terinspirasi dari kejadian yang baru saja terjadi ( di Sampang, Madura ) yaitu seorang pelajar yang diduga membunuh gurunya. Sampai pelajar tersebut mendapatkan kata-kata yang amat sangat buruk bahkan banyak sekali yang mendoakan agar dibunuh juga

Siswa-siswa SMPN 8 Solo saat mengikuti upacara

Munculah rasa kasihan dengan siswa – siswa SMP Negeri 8 Surakarta dan akhirnya mendapat ide untuk menyampaikan hal-hal tersebut karena selain mengingatkan juga sangat penting diterapkan oleh siswa semuanya. Kebiasaan baik di sekolah antara lain :
1. Tepat waktu , maksudnya kalau membiasakan melakukan segala sesuatu pada waktunya merupakan salah satu cara membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Tepat waktu ini bukan hanya untuk siswa saja melainkan untuk semua warga SMP negeri 8 Surakarta.

2. Berjabat tangan , alangkah indahnya apabila siswa itu berjabat tangan tidak hanya dengan gurunya saja tetapi dengan sesama siswa disaat datang dan pulang sekolah.

3. Sopan Santun, melakukan sesuatu dengan etika / sopan santun yang baik. Mulai dari duduk, berjalan maupun berbicara.

4. Bertegur sapa, membiasakan untuk saling menyapa ketika berpapasan di dalam maupun di luar kelas. Untuk bertegur sapa ini melatih siswa menggunakan kata-kata yang baik dan tepat.

5. Mengenakan seragam, sesuai dengan aturan yang berlaku beserta perlengkapannya termasuk kaos kaki dan ikat pinggang. Mengingatkan siswa bahwa mereka sebagai seorang pelajar dan sudah seharusnya perilakunya menunjukkan perilaku sebagai pelajar.

6. Budaya antri, kebiasaan ini merupakan bentuk dari cara untuk menghormati orang lain dan menghargai diri sendiri. Misalnya antri masuk kelas, antri ke kantin, kamar mandi, cuci tangan, jabat tangan.

7. Membiasakan hidup bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya, makan makanan yang sehat dan aman, tidak jajan di sembarang tempat apalagi makanan yang terbuka di pinggir jalan.

Upacara Bendera berakhir pada pukul 07.45 WIB, dan dilakukan foto bersama antara petugas upacara dan wali kelasnya. Setelah upacara berakhir kemudian siswa masuk ke kelas masing-masing dengan kegiatan belajar mengajar ( KBM ) sampai pukul 13.30 WIB. Semoga bermanfaat bagi siswa dan sekaligus bagi semua warga SMP Negeri 8 Surakarta.  – Oleh : Dra. Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *