Dari Workshop Solo Batik Carnival XI

JATENGONLINE, SOLO – Workshop Solo Batik Carnival (SBC) Ke 11 sudah digulirkan sejak awal bulan Maret lalu, nantinya di sela workshop pun akan digelar pre event. Agenda even kota Solo yang bakal digelar pada 11-15 Juli mendatang, instruktur pun berkomitmen mewujudkan pagelaran karnaval terbaik ditahun ini.

“Progress worskhop untuk sbc ini sudah menginjak workshop ke 2,” kata Ragowo Ade, ketika dihubungi. Minggu (18/3/2018).

Dimana peserta sudah mulai membuat design kostum dan dikonsultasikan ke instruktur untuk selanjutnya baru memproduksi design tersebut untuk dijadikan sebuah kostum karnaval, lanjut Ade. Dipertemuan yang ke-3 workshop diharapkan peserta sudah bisa memproduksi kostum.

“Pembuatan kostum dimulai dari sayap terlebih dahulu, bukan mahkota seperti tahun-tahun sebelumnya, dan selalu dikonsultasikan ke instruktur,” tambahnya

Workshop pembukaan dilaksanakan di rumah dinas wakil walikota (wawali) Solo,  lokasinya didepan monumen pers Solo, selanjutnya di pendaphi ageng balaikota Surakarta

“Selama workshop peserta akan diajarkan pembuatan sket dan kostum, materi fashion carnival, penggunaan make up dan pernak – perniknya. Lebih kurang lima bulan mereka akan kami karantina agar siap ketika karnaval berlangsung,” imbuhnya.

Pada workshop timnya, kata Ade, akan fokus memberikan latihan mental dan fisik. Sebab rute sejauh 2,8 kilometer itu, para peserta harus memberi penampilan yang terbaik dan tidak canggung kepada penonton disepanjang rute.

“Kami masih memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin berpartisispasi untuk menjadi peserta dan terlibat di even tahunan akbar kota Solo ini,” tegas Ade.

Peserta workshop meskipun didominasi peserta lama, namun banyak wajah baru yang ikut berpartisipasi di tahun ini.

SBC yang ke sebelas kali mengangkat tema Ika Paramartha Satu Indonesia. Setidaknya terdapat sembilan macam defile batik yang bakal di tampilkan pada pagelaran tersebut. Diantaranya Jawa Dwipa (Jawa Tengah), Nagari Minangkabau (Sumatera Barat), Lenggang Batavia (Betawi), Dayak Borneo (Kalimantan Timur), Mappalili Mamiri (Sulawesi Selatan), Janger Dewata (Bali), Sasando Timor (NTT), Tana Sajojo (Papua) dan Ika Paramartha (Defile Dewasa). (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress