Sensasi Tersendiri Sate Kere Mbok Binem

JATENGONLINE, SOLO – Pernah dengar sate kere? Kuliner unik khas Solo ini lahir karena mahalnya harga sate daging bagi kalangan menengah ke bawah di zaman dulu. Hanya kalangan menengah atas yang bisa membelinya.

Karenanya, munculah ide membuat sate dengan bahan dasar jeroan sapi. Bahkan ada juga yang menggunakan tempe gembus sebagai pengganti daging. Siapa sangka, hidangan tersebut kini difavoritkan banyak orang.

Sate kere, terdengar namanya, seolah-olah biasa dikonsumsi hanya oleh orang miskin. Itu dulu, sekarang sudah tidak lagi, dimana menu sate kere hanya terdiri dari tempe bacem dan tempe gembus, dan tidak ada dagingnya.

Seiring perkembangan zaman, sate kere tak lagi hanya tempe bacem dan tempe gembus saja, sudah dilengkapi sate daging, sate jerohan sapi seperti kikil, babat atau koyor, dan harganya pun sangatlah bervariatif.

Meskipun cenderung relatif mahal sesuai harga daging yang terus naik. Namun lain cerita sate kere yang dijajakan Mbok Binem asal Bulakrejo Sukoharjo, yang kesehariannya mangkal di Pasar Harjodaksino Solo, mulai pukul 13.00 hingga dagangannya habis, sate tempe gembus Rp 500 dan sate daging Rp 1000. Nah, untuk harga seporsi sate kere hanya Rp10.000. Isinya lima tempe gembus, lima sate jeroan, dan beberapa irisan lontong. Murah meriah bukan?

Dan, beberapa warung dengan menu tersebut juga tak pernah sepi pengunjung, banyaknya kuliner kekinian di Solo dan sekitarnya, tak membuat makanan tradisionalnya dilupakan.

Buktinya, meskipun dalam menjajakannya di gendong dan ditaruh diatas kepala sate kere dagangan Mbok Binem masih ramai diminati pembeli. Diusianya yang kian menua, Mbok Dinem tidak lagi membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, namun sudah bergeser untuk menambah kebutuhan cucunya.

“Sampun awit perawan, kula sadean sate kere niki, nerusaken saking simbok kula, (Sudah sedari muda saya jualan sate kere ini, meneruskan apa yang sudah dilakukan orang tuanya dulu),” kata Mbok Binem, sembari tersenyum, saat di temui di Pasar Harjodaksino. Kamis (29/3/2018)

Penjual makanan enak dan merakyat ini, ternyata tidak melulu berkeliling, karena kini Mbok Binem, memiliki tempat berjualan secara permanen di sekitar Solo Baru, Sukoharjo. (ian)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress