PT RUM Bermasalah, Perbankan Tetap Kucurkan Rp 7 Trilyun

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Meskipun PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo masih harus menyelesaikan soal pengolahan limbah, ternyata kalangan perbankan masih menaruh kepercayaan pada perusahaan rayon dari Sritex Grup ini. Sampai saat ini sindikasi perbankan sudah mengucurkan dana sebesar Rp 7 trilyun untuk PT RUM.

“Pasar serat rayon masih menunjukkan potensi besar, hingga sindikasi perbankan (gabungan sejumlah bank) tetap memberi dukungan untuk pengembangan pabrik. Seperti penambahan fasilitas pendukung produksi maupun fasilitas pengolahan limbah,” ungkap Sri Mulia Sinuraya, Senior Relationship Manager, Local Corporate & Multinational Company Bank BNI, saat melakukan peninjauan di PT RUM, Selasa (10/4)

Sri Mulia menyatakan bahwa peninjauan ke lapangan tersebut merupakan bagian dari proses pemantauan sindikasi perbankan nasional terhadap rencana kerja dari manajemen PT Rayon Utama Makmur. Disebutkan kalangan perbankan nasional yang mendukung pengembangan PT RUM antara lain dari Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Exim.

“Total investasi yang sampai saat ini telah dikucurkan untuk PT RUM sudah mencapai lebih dari Rp7 Triliun. Kami sangat mengharapkan PT RUM bisa segera beroperasi secara optimal dan lancar setelah pemasangan fasilitas Wet-Scrubber untuk penanganan limbah ini, apalagi dengan mempertimbangkan efek langsungnya terhadap perekonomian lokal di Sukoharjo ini,” papar Sri Mulia.

Dengan fasilitas produksi seluas 65 hektar PT Rayon Utama Makmur diharapkan dapat menyerap hingga 3.000 tenaga kerja dan mampu memproduksi hingga sekitar 80.000 ton serat rayon per tahun.

Sementara itu Sektretaris Perusahaan PT Rayon Utama Makmur Bintoro Dibyoseputro menjelaskan bahwa pada dasarnya fasilitas Wet-Scrubber ini adalah fasilitas untuk menghilangkan bau yang bisa ditimbulkan dalam proses pembuatan serat rayon.

“Wet-scrubber ini adalah fasilitas canggih untuk mengendalikan polusi udara, dia bisa menghilangkan partikel penyebab bau pada sistim exhaust udara di pabrik-pabrik. Jadi alat ini menyemprotkan semacam cairan pada udara di sistim exhaust, nanti cairan ini akan ‘menangkap’ partikel-partikel penyebab bau di udara,” jelas Bintoro.

Dia menyatakan fasilitas Wet-Scrubber ini adalah fasilitas canggih berteknologi tinggi yang sudah diterapkan di beberapa pabrik serat rayon di luar negeri. Wet-Scrubber ini akan menambahkan fasilitas pengolahan limbah yang saat ini sudah terpasang namun dikatakan Bintoro masih tahap penyempurnaan. (jia)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress