Sertifikat Chinese Preferred The Alana Hotel Solo

JATENGONLINE,  SOLO – Sebuah agen perjalanan terkemuka di Cina, Ctrip memberikan penghargaan kepada The Alana Hotel & Convention Center – Solo sebagai salah satu hotel yang menjadi salah satu tempat akomodasi yang ramah bagi wisatawan Cina atau Chinese-Friendly. Selain itu, pihaknya juga mengajak The Alana Hotel & Convention Center – Solo untuk ikut serta dalam program Chinese Preferred Hotel (CPH).

Chinese Preferred Hotel (CPH) program ini diadakan oleh Ctrip untuk memastikan bahwa kebutuhan wisatawan Cina salah satu sumber pasar terbesar bagi pariwisata di Indonesia terpenuhi.

Untuk dapat ditetapkan sebagai status CPH, penyedia layanan perjalanan Cina menetapkan ketentuan bagi hotel termasuk menyajikan masakan Cina untuk makan pagi, seperti bubur dan roti kukus, menyediakan ketel dan teh gratis di setiap kamar dan Wi-Fi gratis. Setiap properti juga harus mencapai rating di atas 3.8 di platform Ctrip.

Berkat penghargaan tersebut, The Alana Hotel & Convention Center – Solo sekarang akan difilter di halaman pencarian Ctrip dan termasuk dalam hasil CPH. Ikon online yang dirancang khusus yang menyoroti masa tinggal dengan fasilitas dan layanan yang luar biasa untuk tamu Cina akan membedakan properti terpilih dari hotel lainnya. Setiap hotel yang terpilih juga diberikan sertifikat untuk menunjukkan kualifikasinya sebagai bagian dari program CPH.

Menurut Sistho Aryo Sreshtho, General Manager The Alana Hotel & Convention Center – Solo bahwa momen ini sangat pas, karena dari segi transportasi, beberapa maskapai sudah melirik untuk membuat penerbangan langsung dengan rute Solo – Cina.

“Data Kementerian Pariwisata mencatat sepanjang bulan Oktober 2017 wisman Cina datang ke Indonesia sebanyak 162.376 orang atau naik sekitar 37,70 persen dibandingkan bulan Oktober 2016. Pada 2019, diprediksi hampir setengah dari jumlah pengunjung yang akan ke Indonesia berasal dari Cina, Jadi penting bagi kami untuk menjadi hotel yang ramah dan dapat memenuhi kebutuhan tamu dari beragam budaya” pungkasnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *