Ini Cara Benar Menjadi Agen Properti Profesional

JATENGONLINE, SOLO – Kebutuhan akan properti yang terus meningkat setiap tahunnya, membuat market disektor ini masih terbuka lebar, ditambah keuntungan yang cukup menggiurkan, sudah cukup menjadi alasan bagi siapapun untuk tertarik menggeluti bisnis sebagai agen properti.

Bisa dibayangkan, jika dalam satu bulan bisa menjual rumah seharga Rp500 juta sekali saja, maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp500 juta x 2% = Rp10 juta. Apalagi jika dalam sebulan bisa menjual lebih dari 1 unit rumah atau mampu menjual rumah dengan harga diatas Rp.500 juta, maka keuntungan yang diperoleh tentu akan berkali-kali lipat.

Jika tertarik menggeluti bisnis ini namun masih belum tahu cara jadi agen properti dan kualifikasi yang dibutuhkan, beberapa langkah berikut ini bisa dijadikan sebagai bahan rujukan, yakni bergabung dengan asosiasi agen properti maka akan mendapat pengakuan sebagai agen properti profesional. Setelah bergabung lebih baik lagi jika berusaha mendapatkan sertifikat sebagai agen properti profesional.

Karena sertifikat atau lisensi merupakan satu bentuk pengakuan terhadap kemampuan yang Anda miliki serta bentuk legalitas atas profesi yang Anda geluti sehingga semakin meyakinkan customer untuk menggunakan jasa Anda.

Seperti di ketahui Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), sejak tahun 2015 memang berupaya untuk meningkatkan profesionalisme para agen properti lewat LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Broker Properti.

Sedangkan kelebihan memiliki kantor dan bekerja dibawah naungan badan usaha adalah reputasi seorang agen properti akan terlihat lebih baik dan lebih terpercaya dimata konsumen karena kecenderungan masyarakat sekarang dalam bertransaksi adalah memanfaatkan jasa dari pihak-pihak yang memiliki legalitas usaha.

Dalam membangun portofolio dan relasi, ada dua cara yang dapat digunakan yaitu dengan mencari leader dan mentor serta memanfaatkan jaringan pribadi.  Itu hal paling penting bagi seorang broker terlebih bagi agen properti pemula.

“Leader yang baik akan dapat memandu broker pemula tentang bagaimana mendapatkan klien dengan cara yang cepat dan tepat serta mengarahkan mereka untuk melakukan transaksi jual beli properti,” kata Lia Imelda, Direktur IREA Solo. Minggu (7/10/2018)

Sedangkan untuk membangun portofolio, dapat dilakukan dengan memanfaatkan relasi atau orang-orang terdekat yang ingin melakukan jual beli properti dengan menawarkan jasanya.

“Menjadi agen properti pada dasarnya adalah berbisnis jual beli informasi,” imbuh Susanto, Prinsipal IREA Property.

Maka, katanya, salah satu cara jadi agen properti adalah memperbanyak database listing berupa daftar properti yang dijual. Semakin banyak dan semakin lengkap listing properti yang dijual, maka kemungkinan untuk dapat menjual properti sebanyak-banyaknya juga semakin besar.

Bisa dilakukan dengan mengumpulkan listing properti dengan berbagai macam cara, baik dengan terjun sendiri ke lapangan maupun melalui berbagai macam media.

Tentu saja tidak hanya sekedar mengumpulkan daftar properti yang akan dijual, tapi juga melakukan tindak lanjut (follow up) dengan mengetahui sedetail mungkin properti yang akan dijual, mulai dari kondisi fisik, legalitas dan sebagainya. Selanjutnya, barulah mencari calon pembeli yang potensial.

“Bagi kalian yang berjiwa muda, tidak mudah menyerah, bersiaplah bergabung bersama kami, kirimkan CV ke iinirea@gmail.com,” ajak Iin Lie, IREA Solo Baru

Seperti diketahui IREA Property dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dibidang properti membuka kesempatan yang ingin berkarir di dunia properti. IREA bakal menyiapkan menjadi profesional properti yang kompeten dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan yang berstandar Internasional. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!