“Yang Muda, Yang Antikorupsi” Era Industri 4.0 & Tantangan Baru Anti Korupsi

Pusat Studi Transparansi Publik dan Anti Korupsi (PUSTAPAKO) LPPM UNS,

JATENGONLINE, SOLO – Masalah korupsi politik di Indonesia terus menjadi berita utama (headline) hampir setiap hari di media Indonesia dan menimbulkan banyak perdebatan panas dan diskusi sengit. Tidak habis ide peran dari KPK untuk mengkaji dan memberikan rekomondasi agar terciptanya Indonesia bebas korupsi, seperti Politik Cerdas Berintegritas (PCB) pun mengadakan sekolah antikorupsi bernama Youth Camp KPK yang merupakan kegiatan tahunan KPK.

Selain itu dalam rangka memperingati bulan Pendidikan Nasional pekan lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengadakan diskusi yang bertemakan

“Yang Muda, Yang Antikorupsi”. Melihat fenomena dari beberapa kegiatan tersebut berarti peran kalangan muda miliki peranan penting sebagai pengiat budaya anti korupsi. Terlebih lagi pada era sekarang atau yang umumnya disebut Era Industri 4.0.

Pada era industry 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi, Prinsip ini membutuhkan kolaborasi, keamanan dan standar. Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomasi hampir disemua bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi secara fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016). Sehingga jika dikaitkan dengan isu korupsi maka ini merupakan masalah baru yang harus segera diselesaikan. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat diselesaikan secara instan.

Salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi oleh pemerintahan yaitu oleh Kejaksaan Agung, sebagai salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia membuat kebijakan pencegahan dini korupsi melalui pendekatan edukasi (pendidikan). Pada umumnya anak muda mengenali dan mendukung sikap yang mencerminkan integritas dan kejujuran (Survei Integritas Anak Muda, 2013).

Pendidikan akan pengembangan moral dan integritas harus dapat dikenalkan sejak usia dini, hal ini dikarenakan prilaku negatif yang tidak segera diperbaiki akan menyebabkan menjadinya karakter bagi individu tersebut. Pendidikan haruslah mengacu kepada berbagai proses dan aktivitas yang harus bersifat produktif, kreatif, pengembang skill, kepribadian, integrasi, keprimaan, sampai pengokoh moral dan spiritual.

Melalui pendidikan, harus dapat memunculkan sosok-sosok yang memiliki karakter dan kepribadian yang kokoh dan teruji, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam bidang kemanusiaan. Anak muda bisa mendapatkan informasi antikorupsi dari figur otoritas seperti orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan guru.

Selain itu dimungkinkan juga mendapatkannya dari teman sepermainan. (Survei Integritas Anak Muda, 2013). Program untuk melibatkan anak muda dalam pemberantasan korupsi melalui penguatan nilai integritas sudah dimulai oleh Transparency International (TI) melalui “Global Youth Integrity Programme”. Di beberapa negara, seperti Namibia, Korea Selatan, Vietnam, Hungaria dan Indonesia, sudah pula dilakukan Survei Integritas Anak Muda (Youth Integrity Survey).

Riset dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh base line survey yang dapat dijadikan dasar bagi penyusunan program dan perumusan kebijakan antikorupsi bagi anak muda. Anak muda diharapkan dapat mempraktikkan integritas dan sikap antikorupsi. Kedua hal tersebut akan lebih mudah diharapkan jika anak muda memiliki keyakinan dan optimisme yang sama akan peran mereka.

Mahasiswa, sebagai generasi milenial yang memiliki semangat tinggi dan dasar akademis yang sangat cukup, alangkah baiknya jika upaya untuk melawan korupsi juga melibatkan mahasiswa. Universitas Sebelas Maret yang merupakan salah satu universitas yang berperan aktif menanggapi isu tersebut kini akan membuat kegiatan seminar, sebagai salah satu bentuk untuk membuat gerakan dalam memperingati Hari Antikorupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2018.

Seminar menghadirkan tokoh inspirasi dan pakar antikorupsi, dikemas dengan susunan kegiatan yang menarik sehingga diharapkan mahasiswa akan semakin tertarik dan kreatif untuk menjadi agent of anty-corruption.

Tujuan diadakannya seminar antikorupsi ini yakni memberikan kontribusi positif bagi negara untuk dapat menjawab tantangan korupsi dengan mengaitkan fenomena era industri 4.0 melawan korupsi,  Merefleksikan kembali bagi generasi milenial yang berpotensi melawan korupsi, Gerakan serentak sebagai peringatan hari anti korupsi. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *