Penerima Bantuan Bingung Cairkan BPMKS

Masyarakat mengantre di toko mitra BPMKS, sejak toko belum buka. Minggu (23/12/2018)

JATENGONLINE, SOLO – Penyaluran bantuan nontunai Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS), yang menggunakan kartu BPMKS Siswa Winasis untuk berbelanja di toko-toko perlengkapan sekolah yang menjadi mitra Dinas Pendidikan ‘kalang kabut‘, pasalnya dari 15 toko yang menjadi mitra, selalu berjubel antrian.

Bahkan orang tua siswa penerima bantuan tersebut harus rela antri, mulai pukul 05.00 pagi, demi mendapatkan bantuannya, terlebih beredar bantuan bisa dicairkan awalnya hanya sampai tanggal 24 Desember 2018 saja setelahnya akan ‘hangus’.

Selain membuat masyarakat resah, banyak orang tua siswa kebingungan dengan situasi seperti ini, untuk berkeluh kesah tentang peristiwa yang dialami saja tidak tahu harus kemana ?

“Ada warga masyarakat penerima bantuan BPMKS datang ke tempat saya,” ujar Ginda Firachtriawan, salah satu anggota dewan kota Surakarta. Minggu (23/12/2018)

Dari keluhan masyarakat kesulitan mengkafer bantuan tersebut, Ginda menilai belum optimalnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak terkait mengenai sistim pencarian bantuan ini. Meskipun batas pencairannya di undur hingga tanggal 27 Desember 2018.

“Mereka harus datang untuk mengambil nomor antrian, kemudian baru keesokan harinya bisa berbelanja, anehnya lagi hanya dibatasi 100 orang per hari,” katanya menirukan ibu Emy (40) warga Sangkrah, yang akhirnya harus membelikan seragam anaknya menggunakan uang pribadi.

Seperti diketahui alasan bantuan dilakukan secara nontunai menggunakan kartu BPMKS Siswa Winasis, agar tidak disalahgunakan untuk kebutuhan di luar sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi penggunaan bantuan BPMKS secara tunai pada tahun-tahun sebelumnya, uang dipakai orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebagaimana di sampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Unggul Sudarmo, bahwa penyaluran bantuan menggunakan kartu BPMKS Siswa Winasis ini baru kali pertama di Indonesia. Tujuannya tepat sasaran dan tepat guna.

Dan penerima bantuan adalah anak gakin yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Solo. Nilai bantuan untuk siswa SD/MI senilai Rp225.000 per semester; siswa SMP/MTs Rp300.000 per semester; siswa SMA/MA/SMK Rp625.000 per semester; dan siswa SLB Rp625.000 per semester.

Sedangkan jumlah siswa yang mendapatkan bantuan BMPKS sebanyak 20.298 orang. Perinciannya SD/MI sebanyak 9.894 orang; SMP/MTs 5.935 orang; SMA 817 orang; MA 75 orang; SMK 3.463 orang; dan SLB 114 orang. Dan total dana APBD untuk program BPMKS senilai Rp13,5 miliar.

Kartu BPMKS hanya bisa digunakan untuk membeli keperluan pribadi siswa seperti seragam, sepatu, tas, alat tulis, dan buku pelajaran sekolah. Selanjutnya nota bukti transaksi disimpan siswa dan diberikan ke sekolah. Bila dalam satu semester uang BPMKS tidak habis maka kembali ke kas negara. (*/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *