Pendirian Posko Seknas Prabowo-Sandi di Solo Dinilai Wajar

JATENGONLINE, SOLO – Rencana pendirian posko pemenangan nasional Prabowo-Sandi di Solo dinilai wajar oleh Ketua Tim Advokasi Bidang Hukum Jokowi Centre Jawa Tengah yang juga tokoh masyarakat kota Solo, Kusuma Putra, SH, MH.

Dirinya menilai wajar terkait rencana pendirian markas perjuangan Badan Pemenangan Nasional calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah.

Menurut Kusuma, untuk memenangkan pilpres sangat wajar jika tim pemenangan mendirikan posko pemenangan di daerah yang menjadi basis perolehan suara, terlebih khususnya di Jawa Tengah yang merupakan kantong suara terbesar di Jawa, selain Jawa Barat dan Jawa Timur.

Namun demikian, khususnya di Jawa Tengah, kilah Kusuma, yang notabene merupakan kantong suara terbesar bagi partai besutan Megawati Soekarnoputri ini diyakini tak akan berpaling.

“Saya percaya, kader partai tidak akan merubah pilihannya untuk pasangan nomor urut 1, Jokowi – Ma’ruf Amin,” tegas Kusuma, ditemui di kantornya. Senin (31/12/2018)

Bahkan perolehan suara di Jawa Tengah sesuai dengan target yang dicanangkan yakni mampu memperoleh 85% suara untuk kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Selama ini kubu sebelah hanya berpatokan pada hasil Pilgub Jawa Tengah kemarin,yang selisih perolehan suaranya tipis antara Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida.

Lebih lanjut di sampaikan Kusuma, hengkangnya sebagian kader PAN di Sumetara, serta surat terbuka pendiri PAN kepada Amin Rais untuk mundur menjadi contoh, jika Pilgub, Pileg dan Pilpres masing-masing memiliki rasa yang berbeda, meski berada dalam satu paket kemasan. Hal ini yang kerap tidak pernah disadari oleh banyak politisi dan para relawan.

“Banyaknya isu yang memojokan Presiden Jokowi dari mulai kriminalisasi ulama, kemiskinan, antek asing aseng, isu PKI dan isu isu lainya, justru semakin menaikan kredibilitas dan hasil survei popularitas pasangan nomer urut 1,” tegas Kusuma.

Dan, hal itu terbukti dari hasil poling berbagai lembaga survei yang menempatkan Jokowi – Ma’ruf di urutan pertama.

Meskipun demikian, keberhasilan survei tidak serta merta membuat tim pemenangan berbesar hati, imbuhnya, justru tim dan para relawan harus bekerja kerja memasang bamper menangkis isu miring yang kerap dilontarkan kepada Jokowi dengan data dan fakta hasil kerja yang sudah di capai Pemerintah.

“Selama ini kubu sebelah tidak memiliki celah untuk menjatuhkan Jokowi, sehingga Pilpres 2019 merupakan pertarungan klimaks bagi kubu sebelah,” katanya.

Dicontohkan Kusuma, pencapaian keberhasilan pemerataan harga BBM, pembangunan infrastruktur yang menyambung dari sabang sampai merauke, tol trans Jawa yang tersambung di era Pemerintahan Jokowi, divestasi saham Freport, fundamental ekonomi yang kuat dan segudang prestasi lain harus masiv di suarakan di masyarakat.

Beberapa program yang masih mandeg dan belum maksimal memang diakui masih ada, karena tidak mungkin membenahi negara sebesar Indonesia hanya dalam kurun waktu lima tahun.

Presiden Jokowi bukan Bandung Bondowoso yang mampu menciptakan seribu candi hanya dalam waktu semalam. Puluhan ribu pulau menjadi perhatianya, ratusan juta rakyat butuh perhatianya.

Oleh karena itu dengan adanya pembangun dasar kesejahteraan di periode pertama ini, di periode ke dua nantinya akan mampu melejitkan perekonomian dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Peran serta para relawan mengkampanyekan prestasi harus masiv door to door, jangan sampai terhenti pada batas deklarasi dan seremonial saja, tidak ada tindak lanjutnya.

Dii akui, hal itu justru akan menghambat proses konsolidasi diantara para relawan.

Di tambahkan Kusuma, belum adanya Posko Induk Relawan pemenangan Jokowi – Ma’ruf di kota Solo membuat para relawan Jokowi di Soloraya saat ini hanya bekerja di tingkat internal masing masing para relawan.

Padahal lanjut dia, koordinasi yang kuat seluruh relawan berada dalam satu barisan komando memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin, sangat penting harus segera di lakukan.

Gotong royong, kebersamaan dan persatuan adalah kunci untuk menang. Sehingga pendirian Posko induk Pemenangan untuk relawan perlu dan mendesak harus segera di laksanakan.

Apalagi kubu sebelah saat ini sudah mendirikan Posko pemenangan di Soloraya, yang pastinya akan di susul posko posko lain di Jawa Tengah. Berkaca pada Pilpres 2014 dimana di kampung kampung banyak mendirikan posko pemenangan para relawan.

“Jokowi mampu memenangkan Pilpres 2014. Padahal beliau berangkat bukan dari kalangan orang partai. Hal itu menunjukan jika kekuatan koordinasi di lapangan para relawan sangat penting, serta memiliki andil besar meraih suara para pemilih,” kata Kusuma menutup perjumpaan dengan JO. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *