Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Watak Dewa dan Alam

Oleh : Sri Suprapti, Guru SMP Negeri 8 Surakarta, No.HP. 081 329 405 977

Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati ( etik dan spiritual ), olah rasa ( estetik ) dan olah raga ( kinestik ) sesuai dengan falsafah Pancasila. Akhir-akhir ini Pemerintah mendengung-dengungkan masalah Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) yang harus diterapkan oleh sekolah-sekolah. Bahkan beberapa waktu yang lalu di Surakarta ada beberapa guru yang harus mengikuti pendalaman Penguatan Pendidikan Karakter yang disampaikan oleh Pengawas. Pendalaman penguatan pendidikan karakter ini diharapkan agar guru tidak hanya memberi contoh berkarakter yang baik tetapi harus menjadi contoh.

Padahal karakter anak ini seharusnya tidak hanya pihak sekolah yang bertanggungjawab, tetapi orang tua dan masyarakat juga berperan penting dalam hal ini. Tidak cukup hanya guru yang menjadi contoh untuk peserta didik. Orang tua dan lingkungan masyarakat juga harus bisa menjadi contoh atau peduli terhadap anak-anak yang menyimpang. Kalau ke tiga-tiganya ini sudah bisa berjalan beriringan, maka penulis yakin bahwa anak-anak jaman sekarang akan mempunyai karakter / watak yang baik, sesuai yang diharapkan.

Untuk membangun revolusi mental yang berbudi pekerti serta bermoral yang berjiwa nasionalis religius yang bertujuan untuk berintegrasi dengan seluruh rakyat Indonesian, itulah makna dari lagu Mars PPK. Pemerintah menciptakan lagu baru yang berjudul Mars PPK ( Pendidikan Penguatan Karakter ) siswa berkarakter Indonesia dan wajib dinyanyikan oleh peserta didik dan warga sekolah lainnya. Kenyataannya pendidikan karakter masih saja belum terwujut sampai saat ini. Terbukti masih saja ada anak – anak yang berani melakukan kebohongan antara lain menyontek di saat ulangan. Bahkan ada juga anak yang berani melakukan ketidakjujuran di kantin sekolah yang namanya kantin kejujuran. Misalnya berani mengambil barang tanpa membayar bahkan sekaligus masih berani mengambil uang yang memang sengaja tidak ada yang menjaganya.

Sebagai seorang guru penulis merasa prihatin akan adanya perilaku anak-anak jaman sekarang. Seolah-olah lagu yang wajib dinyanyikan hanyalah sekedar kata-kata yang harus diucapkan sesuai dengan nadanya. Tidak mengetahui arti dan makna kalimat yang terkandung di dalamnya. Bahkan bisa dikatakan hanyalah sia-sia belaka. Begitu juga dengan guru, serasa tidak dipedulikan sama sekali oleh peserta didik di saat guru menyampaikan masalah tentang pendidikan karakter. Misalnya saja tentang potong rambut untuk peserta didik. Disampaikan berulang kalipun, masih saja ada peserta didik yang tetap pada pendiriannya alias ngeyel. Potongan rambut meniru bintang film dalam dan luar negeri. Padahal itu tidak sesuai dengan ciri seorang pelajar.

Oleh karena itu dengan keprihatinan yang demikian, penulis merasa ingin sekali menyampaikan pendidikan karakter melalui sifat Dewa dan Alam yang dinamakan Astha Brata ( 8 ajaran ). 8 Dewa dan sifat watak 8 unsur alam antara lain :

Bathara Wisnu sifatnya Bumi.
Bathara Bayu sifatnya Angin / Maruta.
Bathara Baruna sifatnya Air / Samodra.
Bathara Ratih sifatnya Rembulan / Candra.
Bathara Surya sifatnya Surya / Matahari
Bathara Indra sifatnya Angkasa / Langit.
Bathara Brahma sifatnya Api / Dahana.
Bathara Isamaya sifatnya Bintang / Kartika.
Dari 8 Dewa dan 8 sifat watak tersebut di atas akan penulis jelaskan satu persatu agar supaya bisa lebih jelas lagi dan mudah untuk dipahami.

(1) Sifat Bumi merupakan sifat sabar yang tak terhingga. Bumi itu dicangkul atau diperlakukan bagaimanapun juga malah bisa mendatangkan suatu kesuburan yang bisa menumbuhkan tanaman yang bisa dipetik. Memberi yang ada dalam kandungan bumi yang tidak bisa habis kepada siapapun tanpa pilih kasih, memberi kehidupan kepada semua makhluk ciptaan Tuhan yang berupa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Begitu juga dengan manusia, akan diperlakukan sejelek apapun, sesakit apapun dan sebanyak apapun haruslah kita tetap sabar dan tetap bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak ada gunanya kita mempunyai rasa dendam apalagi balas dendam terhadap orang yang telah menyakiti atau mengecewakan diri kita sendiri. Haruslah mempunyai prinsip bahwa hukum karma akan tetap berlaku. Perbuatan yang baik akan dibalas dengan baik pula, begitu sebaliknya kalau kita berbuat jahat maka kita suatu saat akan diperlakukan jahat bahkan lebih jahat dari orang lain.

(2) Sifat Maruta / Angin, masuk disembarang tempat tanpa pilih kasih, tidak peduli itu tempat bersih atau kotor. Berada di sembarang tempat dengan merata dan mencukupi kebutuhan semua makhluk hidup.Sebagai manusia tidaklah mempunyai perasaan pilih kasih dalam menghadapi atau bersahabat orang lain. Entah itu kaya atau miskin, cantik atau tidak, ganteng atau jelek, semuanya harus diperlakukan sama. Semua adalah umat Alloh yang harus kita hormati dan kita hargai. Bagaimana kalau kita sendiri yang diperlakukan beda oleh orang lain?. Siapapun orang itu suatu saat mungkin saja kita nanti akan membutuhkannya.

(3) Sifat Samodra / Air, mempunyai watak adil dan legawa ( ikhlas ), tidak mempunyai watak mau menang sendiri dan selalu rukun damai dengan semua makhluk. Sifat air walaupun dipisahkan akan tetap bisa kembali / bersatu lagi. Juga mempunyai sifat memberi penghidupan, keselamatan, ketenteraman dan bisa membersihkan benda-benda yang kotor. Sifat samodra, semua diterima dengan ikhlas lahir dan batin, karena memang samodra itu luas sekali.

Manusia hidup di dunia ini harus bisa menerima dengan ikhlas semua yang ada didepannya. Masalah sulit harus kita hadapi dengan ikhlas / legawa. Masalah senangpun kita harus bisa mensyukuri dengan baik dan tidaklah merasa sombong. Sifat samodra / air bisa membersihkan semua kotoran yang ada di tubuh kita artinya bahwa hidup ini haruslah bisa menjaga badan kita agar tidak terkotori oleh hal-hal yang tidak baik. Haruslah kita itu melakukan perbuatan yang tidak merugikan orang lain dalam hal ini tidak membuat orang lain kecewa. Melakukan perbuatan yang bisa mengotori dirinya sendiri berarti bunuh diri. Orang lain tidak akan merasa simpati apalagi jatuh hati. Malah bisa-bisa dijauhi oleh orang lain. Apalah artinya hidup kalau tanpa ada guna / manfaatnya bagi orang lain?

(4) Sifat Candra / Rembulan, cahaya matahari yang memberi penerangan terhadap bumi seisinya dengan rasa senang dan tenteram, sifat luwes, senang dengan sesama, menumbuhkan rasa sayang, cinta dan kasih. Manusia hidup yang tidak pernah membuat orang lain marah atau kecewa. Selalu menghadapi orang lain dengan penuh kasih dan sayang, tidak ada rasa benci sedikitpun. Menghadapi orang lain dengan rasa senang, tidak ada rasa dendam walaupun orang itu pernah menyakiti atau mengecewakan. Tidak ada salahnya kita menghindar saja, sebelum bisa memberi penerangan kepada orang lain. Dan kemudian belajarlah untuk menjadi orang yang bisa menumbuhkan rasa sayang, cinta dan kasih terhadap orang lain.

(5) Sifat Surya / Matahari, memberi penerangan, memberi kekuatan, memberi daya kekuatan dengan merata kepada bumi dan semua makhluk di dunia ini dan seisinya. Seperti sifat dari rembulan, sifat matahari ini lebih banyak bermanfaat bagi manusia. Memberi penerangan tetapi juga memberi daya kekuatan kepada makhluk hidup di alam semesta.

Manusia dalam menghadapi orang lain, selain membantu dengan penuh kasih sayang juga harus memberi kekuatan. Artinya apabila sedang menghadapi orang yang sedang mengalami kesedihan / kesusahan juga harus bisa memberi kekuatan secara ikhlas lahir maupun batin. Tidak melakukan dengan cara pilih kasih, hanya dengan orang yang kaya saja yang dibantu dengan kekuatan. Sedangkan orang miskin tidak demikian. Manusia yang seperti inilah yang masih banyak ditemukan, modus namanya.

(6) Sifat Akasa / Langit, memberi perlindungan kepada semua makhluk tanpa pilih kasih, memberi keadilan membagi mangsa ( musim ). Sifat langit di dalam kehidupan manusia ini adalah member perlindungan yang tanpa pilih kasih. Artinya bersikap adil dalam membagi sesuatu / barang yang akan diberikan. Tidak mempunyai pemikiran untuk mendapatkan balasan yang lebih baik ( tanpa pamrih ). Manusia yang mempunyai sifat adil ini biasanya akan selalu dihormati oleh orang lain bahkan bisa dijadikan contoh bagi orang lain.

(7) Sifat Dahana / Api, memberi sifat pelebur, membasmi angkara murka, melangsungkan pekerjaan, menyelesaikan pekerjaan, perkara besar, perkara kecil, halus dan kasar bisa terselesaikan karena kekuatan api. Manusia yang bersifat api ini merupakan manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsu angkara murka. Artinya bisa mengendalikan nafsu yang sekiranya tidak / kurang baik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya yang banyak terjadi saat ini adalah merebut bukan miliknya / tidak menjadi pelakor ( perebut laki orang ) atau pebinor ( perebut bini orang ). Manusia yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu yang seperti contoh tersebut merupakan manusia yang tidak mempunyai hati alias tidak bisa menjadi contoh. Yang ada adalah hokum karma, suatu saat mendapatkan balasan sendiri, atau bahkan anak-anaknya ikut mendapatkan karmanya.

(8) Sifat Kartika / Lintang, Sifatnya tertata dan tertib juga tangguh, tidak mudah kena pengaruh siapa saja, Bisa menjadi penghibur bagi yang sedang mengalami kesusahan / kesedihan, member jalan keluar bagi orang yang sedang mengalami kebingungan. Manusia yang mempunyai sifat lintang merupakan manusia yang utama namanya. Bisa menjadi contoh bagi orang lain karena tertata tertib dan ketangguhannya. Tidak mudah kena pengaruh dari siapapun juga, artinya prinsip yang ada pada dirinya tidak gampang goyah. Bagi orang lain selalu menjadi penghibur bagi yang sedang mengalami kesusahan / kesusahan. Bahkan kalau ada orang yang sedang merasa kebingungan, selalu bersedia mencari jalan keluar untuk membantu dengan penuh kasih sayang.

Demikianlah penjelasan dari penulis tentang hubungan ( implementasi ) antara pendidikan karakter dengan Astha Brata, semoga tulisan ini bisa untuk menjadi contoh bagi semua makhluk yang ada di dunia ini, lebih-lebih untuk seorang pemimpin, terutama pemimpin keluarga, pemimpin Bangsa dan Negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *