‘Wong Cilik’ Deklarasi Jokowi Amin Daulat Indonesia

JATENGONLINE, SOLO – Deklarasi Relawan Jokowi Amin Daulat Indonesia (JADI) di Joglo Mandala Wisata Sriwedari, Solo. Sabtu (16/2/2019), dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai komunitas, mulai komunitas pecinta burung berkicau, pengayuh becak, paguyuban gerobak sampah, pemusik tradisional, sivitas akademika, fotografer, paguyuban pedagang kaki lima, seniman, ojek online, difabel, paguyuban angkringan, perwakilan penghuni rumah susun putri cempo dan berbagai relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Deklarasi Relawan JADI merupakan bentuk aspirasi wong cilik yang menyatakan setia dan cinta kepada Jokowi. Mereka secara aklamasi menetapkan pilihan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara Kusumo Putra, selaku deklarator JADI dalam orasinya yang berapi-api meminta seluruh elemen memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. “Kita tunjukkan rakyat Solo tetap dukung kepada Jokowi,” tegasnya.

Deklarator JADI BRM. Kusuma Putra

Kembali Kusumo mengingatkan kepada seluruh komponen untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. Sepakat, berbondong-bondong datang ke TPS dengan suara bulat memilih Jokowi-Maruf Amin.

“Kita yakin menang dengan perolehan suara 80 persen. Solo harus sanggup meraih suara 90 persen untuk paslon nomor urut # 01,” tegas Kusumo.

Sementara, Ketua DPC PDI-P Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang cuti dari jabatan sebagai walikota Solo hadir pada acara deklarasi tersebut, hadir juga Direktur Relawan Tim Kampanye Daerah (TKD), Baningsih Tedjokartono.

“Seluruh relawan harus kompak, baik dari Sabang sampai Merauke untuk mencoblos paslon Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin,” papar Rudyatmo, saat memberikan sambutan.

Guna meyakinkan kepada relawan, berbagai ormas, bermacam komunitas untuk memilih paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, Rudy mengajak seluruh komponen yang menghadiri deklarasi dapat menyampaikan program kerja Pak Jokowi secara nyata kepada para tetangga kanan kirinya.

“Pak Jokowi meski sudah menjadi presiden namun terus membangun kota Solo, seperti membangun bendungan Kali Anyar yang bisa disulap menjadi wisata air, pembangunan flyover Manahan, renovasi Stadion Manahan menjadi Stadion Internasional. Hal itu dilakukan Pak Jokowi karena masih merasa memiliki kecintaan terhadap Kota Solo. ”Begitu pula pembangunan GOR Manahan tidak lepas peran dari Pemerintah,” imbuhnya. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *