Bisnis di Era 4.0, Ini Strateginya…

JATENGONLINE, SOLO – Pemanfaatan sosial media utamanya instagram menjadi incaran para pelaku usaha dan pengembang bisnis sebagai media alternatif untuk berpromosi. Seperti akun Jajan Solo dan Agenda Solo.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo, menggelar acara bertajuk “Banjir Orderan dari Sosial Media” untuk mensikapi maraknya tren beriklan tersebut dengan menghadirkan narasumber Dimas Suyatno (Content Creator), Bella Zadithya (Digital Marcomm Consultant), dan Ferraldo Putra Utama (Fotografer Jajan Solo)

Acara yang digelar di BPC HIPMI Solo, Sabtu (16/2/2019) ini, menurut Bidang SDA HIPMI Solo, Labib Faqihudin menyatakan, bahwa program ini sudah beberapa kali dan antusiasme peserta luar biasa.

“Kegiatan ini sifatnya bukan seminar tapi pembicara menyampaikan dari segi praktis,” terang Labib.

Dimas Suyatno salah satu narasumber memaparkan, kerjasama antara pebisnis dengan sosial media dalam menaikkan usaha menimbulkan dampak lumayan besar, khususnya tempat yang mudah untuk berkegiatan seperti berkumpul atau makan. Tapi usaha seperti online shop dampaknya belum terlalu besar seperti kuliner. Karena itu hingga saat ini usaha kuliner masih menggunakan sosial media untuk promosi usahanya, itulah yang terjadi di Solo, unggahan kuliner yang paling tinggi.

Ditambahkannya, materi soal keuntungan mengubah akun instagram dari profil pribadi menjadi bisnis, akses insight, analisa market, terkoneksi email, telepon dan map, serta informasi waktu terbaik untuk posting.

Menurutnya, jam ramai dimana unggahan memungkinkan dilihat pengguna aplikasi sering bergeser sehingga pemilik akun harus sering update, namun hal itu juga berbeda di masing masing akun instagram, terkait segmentasi.

“Konten atau isi akun adalah raja sehingga harus dibuat baik, agar orang tertarik dan produk harus baik agar tidak mengecewakan,” lanjutnya.

Ada banyak cara untuk membuat konten menarik, yaitu konten yang mengundang orang untuk membaca, gunakan foto menarik, tulis kata terpenting di awal caption, ajak follower berinteraksi tidak sekedar promosi, gunakan hashtag relevan untuk meningkatkan jangkauan, gunakan tools dan lakukan riset, gunakan tools untuk auto like dan auto comment, dan gunakan influencers buzzer jika perlu.

“Sosial media adalah sarana yang digunakan orang untuk bersosialisasi. Bagi bisnis terutama yang targetnya adalah konsumen berusia 35 tahun ke bawah, sosial media adalah suatu keharusan, bukan opsi,” kata Bella.

Sebab, lanjut Bella, pengguna sosial media tertinggi sekitar 74% di usia 19-34 tahun, tapi penetrasi pasar paling tinggi sekitar 75% di usia 13-18 tahun 75. Mereka inilah konsumen masa depan, terlihat dari 5 besar platform sosial media yang paling sering digunakan yaitu youtube, facebook, whatsapp, instagram dan line.

Rumus digital marketing, soal konten adalah paling utama karena informasi produk secara lengkap dan sesuai kebutuhan konsumen di website, social media, google maps maupun di marketplace.

Kemudian, distribusi melalui follower, paid promote atau endorse, facebook dan instagram ads, marketplace ads, SEO & SEM. Distribusi ini bermanfaat untuk melawan algoritma yang diterapkan facebook dan instagram karena berdampak pada pelaku usaha yang menggunakan sosial media.

“Bila tidak memahami konten distribusi ini belum tentu ada yang melihat konten yang diunggah sosial media,” imbuh Bella.

Sedangkan algoritma ditentukan oleh profil visit sehingga bila akun suatu produk atau jasa sering berinteraksi dengan follower, maka akan sering muncul postingannya. Direct Message (DM) juga termasuk hal penting untuk meningkatkan engagement untuk melawan algoritma. Bahkan interaksi dari like, comment, dan share juga mempengaruhi kemunculan unggahan di timeline akun.

“Sejak pengguna sosial media banyak maka konten makin variatif, algoritma menuntut pelaku digital marketing untuk selalu berinteraksi dengan konsumen, meskipun konten adalah raja, tapi tantangan di algoritama media sosial kian besar,” pungkasnya. (oka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *