Gen Z Cenderung Suka Berwirausaha

JATENGONLINE, SOLO STIE Wijaya Mulya (WIMA) Surakarta kembali mengadakan seminar Informasi Tehnologi (IT) dengan tema “Digital Marketing on Era Millennial and Gen Z” di Aula kampus setempat. Sabtu (9/3/2019)

Acara dalam rangka Dies Natalies 19 tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen ini menghadirkan nara sumber yang kompeten di bidang tersebut yakni Dony Ariyus, M.Kom.

Ketua STIE WIMA Surakarta, Dr. Sri Isfantin Puji Lestari, SE.,MM. ikut hadir dalam acara seminar tersebut, sangat mengapresiasi dengan diadakannya seminar yang mengangkat kemajuan dan tren tehnologi terkini tersebut.

“Mahasiswa sangat perlu diberikan ilmu tentang digital marketing, agar mahasiswa kelak tidak hanya mampu bersaing di perusahaan saja melainkan juga mampu menjadi seorang entrepreneur dengan segala macam ide kreatifnya dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas,” papar Isfantin dalam sambutannya.

Apa itu generasi Z? Apa bedanya dengan generasi milenial yang sudah tidak asing di telinga?

Generasi Milenial adalah mereka yang terlahir antara rentang tahun 1980-an hingga 1995. Generasi yang melewati era milenium kedua. Teori generasi ini pertama kali dicetuskan oleh seorang sosiolog kelahiran Hongaria, Karl Mannheim, pada tahun 1923.

“Generasi Z adalah mereka yang terlahir antara rentang tahun 1995–2010,” papar Dony.

Generasi Z, lanjutnya, sangat dekat dengan teknologi. Maka tidak heran banyak dari mereka yang aktif di berbagai sosial media didominasi oleh Generasi Z.

Generasi Milenial dan Generasi Z sama-sama pengguna aktif smartphone, hanya saja waktu penggunannya lebih lama Generasi Z.

“Penggunaan smartphone menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Baik Generasi Milenial maupun Generasi Z sangat haus akan informasi dari internet. Hanya saja durasi penggunaan smartphone dari keduanya berbeda, Generasi Z lebih sering karena pada dasarnya mereka sangat lekat dengan teknologi,” katanya.

Meskipun Facebook mulai kalah beken dari Instagram, namun Generasi Milenial masih setia menggukan aplikasi ini.

Facebook oleh sebagian orang mulai ditinggalkan. Namun tidak bagi Generasi Milenial yang tetap menggunakan aplikasi ini karena dinilai lebih flesibel bila digunakan untuk bekerja.

“Sedangkan Generasi Z lebih menyukai Instagram karena memang meraka tumbuh di mana Intsagram mulai muncul,” lmbuhnya.

Generasi Z kebanyakan dari mereka senang bekerja untuk dirinya sendiri atau enterpreneur.

Banyak dari Generasi Milenial bekerja sesuai dengan passion. Entah dia menjadi seorang fotografer, chef, sineas atau seniman digital. Generasi millenial dikenal sebagai generasi yang kreatif dan dinamis. Tidak jarang juga mereka yang bekerja kantoran baik swasta maupun negeri.

Sementara Generasi Z lebih senang membuka usaha sendiri ketimbang kerja di kantor yang menurutnya banyak aturan. Kecuali, mereka akan bersedia kerja di kantor bila perusahaan tempatnya bekerja memenuhi keinginannya.

Interaktif antara nara sumber dan audiens menjadi penutup acara seminar berbasis tehnologi informasi tersebut. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *