Dari Buku Winning Competition ‘Terkuak’ Rahasia Sukses Bisnis Hotel

Winning Competition – New Business Model for Hotel Industry

JATENGONLINE, SOLO – Suka atau tidak suka, segalanya akan bergerak lebih cepat lagi. Begitulah siklus perubahan! Kini, tak terlalu hiperbolis atau dilebih-lebihkan bila dikatakan eranya kontemporer, abstrak, dan lebih liar.

Jika boleh dibilang arena bisnis seperti medan pertempuran. Era kecanggihan dan super cepatnya teknologi informasi dan dunia maya akan mendistrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal semata.

Nah, zona bisnis perhotelan mau tidak mau terseret dalam derasnya arus perubahan tersebut. Bila pemain di bisnis ini enggan ikut untuk segera berubah, mereka akan ditinggalkan.

Menurut Dicky Sumarono sang penulis dan juga CEO Azana Hotels & Resorts, design landscape bisnis perhotelan di Indonesia dituntut terus berakselerasi sebanding lurus dengan laju gelombang perubahan yang tanpa jeda. Menghadapi arus kemajuan teknologi maupun perubahan signifikan perilaku customer dibutuhkan respon cepat berpadu dengan inovasi bernilai unik dan unggul untuk menjawab kebutuhan konsumen.

John P Kotter dalam bukunya leading change menegaskan apapun konsep atau strategy untuk melakukan dan menghadapi perubahan bahwa tujuan dasarnya semua sama yaitu menciptakan perubahan mendasar dalam menjalankan usaha untuk menghadapi ekosistem pasar baru yg lebih menantang.

“Keunggulan kompetitif sebuah hotel di masa depan tidak ditentukan oleh sekedar produk dan proses yang inovatif, tapi ditentukan oleh model bisnis dan platform yang inovatif,” katanya.

Pembaruan model bisnis dalam bisnis perhotelan tidak hanya menyangkut kalkulasi di atas kertas, bahkan banyak pengusaha hotel berani mengambil langkah ekstrim untuk memanjakan dan memberi wow experience ke konsumen, mereka tidak mau berkutat dalam pasar yang sudah ada, namun menciptakan pasar sendiri.

Mereka memberikan pengalaman kepada konsumen tentang menginap di kamar hotel dengan cara berbeda. Secara ekonomis, bisnis model yang efektif dan efisien dalam mendukung proses perkembangan hotel dan menjadi proses dalam pengelolaan hotel. Pembentukan bisnis model baru disusun berdasarkan kondisi terkini, berbasis data dan informasi evaluative dari system pengelolaan yang diterapkan sebelumnya.

Disampaikan Dicky Sumarsono, bahwa saat ini model bisnis baru yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan termasuk hotel, telah mulai bermunculan, dan ekonomi digital telah memunculkan era exclusive menjadi inxclusive, jika sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu yang punya modal besar dengan model bisnis digital, kini semua orang bisa mengiklankan usaha dengan modal kreativitas.

“Transformasi digital dalam industry perhotelan bukan merupakan pilihan tapi keharusan yang dapat membantu industry ini menjadi lebih kompetitif di era digital yang bermanfaat untuk mencapai operation excellence dan bisnis excellence,” kata Dicky, saat peluncuran buku ketiganya ‘Winning Competition’ di Swiss Bellin Saripetojo Solo. Rabu (20/3/2019)

Terdapat banyak cara, lanjut Dicky, untuk memodifikasi dan mengembangkan model bisnis, hanya saja perlu dipahami semua model bisnis itu titik beratnya adalah dari pemahaman dan pengetahuan kita sebagai pengusaha ataupun pengelola hotel terhadap kebutuhan konsumen.

Di buku ini dijelaskan beberapa keluhan atau derita konsumen yang sering muncul seperti harga yang kurang terjangkau, terlalu lama menunggu, pilihan terbatas, kegunaan produk yang mubazir dan berlebihan tetapi harus tetap di bayar, produk susah dicari, kurang simple dan lain sebagainya.

Untuk memenuhi kebutuhan customer tersebut, menurut Dicky, perlu dilakukan pengamatan empiris. Tujuannya adalah untuk memperoleh value preposition untuk dapat memecahkan masalah pelanggan bahkan memuaskannya.

Sejumlah alternatif yang bisa dimodifikasi dan dikombinasikan seperti, transaksi serba digital dengan meminimalkan SDM. Freemium, memberikan strategi harga yang kreatif dengan ekspektasi pengguna gratis namun lama kelamaan akan membayar
Selling experience, penerapan pola bisnis yang menjual pengalaman untuk mengendalikan seluruh aktivitas yang mempengaruhi kesan pelanggan mulai dari kemasan produk, desain promosi, penampilan staf.

Misalya hotel mendesign konter reception untuk tamu check in yang bergaya unik dan beda seperti konter model kapal, cabin pesawat, gedung bioskop, hutan dan lain sebagainya.

Membuat aktivitas baru, misalnya hotel menyediakan layanan antar jemput untuk paket meeting korporasi perusahaan swasta, Optimasi diversifikasi sebuah peluang

Menjalin hubungan dan urutan yang baru yang berbeda antar aktivitas, seperti hotel yang hanya dibuka 3x dalam seminggu.

Mengubah kekuatan lawan menjadi kelemahan, hotel dapat melakukannya dengan menempati posisi yang berseberangan dengan pesaing sehingga tidak perlu bersaing head to head dengan mereka, kita harus bisa memanfaatkan kekuatan lawan untuk membalikkan keadaan dengan cara dan pola yang berbeda.

Mengapa bisa begitu? Lantas bagaimana harus bersikap untuk mengatasinya? Jika harus berubah bagaimana caranya? Apa strateginya? Bagaimana pengelolaan cash flow-nya? Bagaimana aplikasi manajemennya? Belum lagi bagaimana bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan?

“Untuk menjawab bergerbong-gerbong pertanyaan tersebut, buku inilah rujukannya,” Dicky meyakinkan.

Adapun dua buku Best Seller yang ditulis sebelumnya berjudul Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia dan Luar Biasa Bisnis Restoran di Indonesia, sangat menginspirasi dan sukses jadi referensi. Mempublish buku yang sekarang dengan judul besar “Winning Competition”.

Starting point-nya pada business model sebagai cara dan strategi baru untuk menciptakan profit yang optimal dan berkelanjutan. Buku ini dapat menjadi sumber referensi bagi mereka yang berada di posisi start-up atau merintis maupun yang sudah lama eksis di bisnis perhotelan seperti para CEO Hotel, Direktur Hotel, General Manager Hotel, Department Head Hotel dan para Hotelier.

“Saya menawarkan jawaban jitu bagi dunia bisnis perhotelan dalam menghadapi iklim perubahan. Sebab, dalam dunia bisnis jelas bahwa adanya perubahan tidak bisa ditolak,” tegas Dicky, menyitir ucapan Jack Welch, Chief Executive Officer (CEO) General Electric dalam bukunya: Change Your Destiny, or Somebody Else Will.

Para penggiat dibisnis perhotelan harus berani untuk bisa tak hanya menghadapi suasana pasar, melainkan menciptakan tren market sendiri. Di situlah mereka akan bisa bertahan dan mengantongi profit yang berkelanjutan. Perlu dipahami, apapun kondisinya, bisnis perhotelan selalu mengabarkan kegairahan.

Di buku ini, juga diyakinkan tentang panggung bisnis perhotelan, khususnya di Ibu Pertiwi tercinta ini, riuhnya tak pernah berhenti. Justru semakin hari semakin gempita. Siklus pertumbuhan bisnis perhotelan di negeri ini sepertinya tidak mengenal iklim. Bahkan menjamur di semua musim!

Valuasi sebuah hotel kini tidak lagi didasarkan pada apa yang dijual oleh hotel tersebut saja, valuasi baru kini juga mengulurkan prospek yang tampak pada keberadaan hotel tersebut dalam membangun ekologi yang kita sebut sebagai pasar. Jadi model bisnis dan prospek bisnis hotel serta profesionalisme SDM yang ada di dalamnya yang selalu melakukan up skills itulah yang akan dinilai menjadi tinggi.

“Harapannya, semoga buku Winning Competition ini bermanfaat dan bisa menjadi rujukan dalam mengelola bisnis Anda,” pungkas Dicky. Dan, judul buku ini bisa dibilang seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berlabel Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia.

Dicky Sumarsono adalah CEO Azana Hotels & Resorts saat ini mengelola 40 hotel di Indonesia mulai dari concept budget hotel, convention hotel, resort, villa hingga cabin hotel dengan merk Front One Cabin, Front One Inn, Front One Boutique, Front One Hotel, The Azana Hotel, Azana Styles, Azana Resort dan white label brands.

Total proyek hotel dalam pembangunan adalah 16 hotel, dan total hotel yang siap dibangun di tahun 2019 adalah 20 hotel. Sehingga total hotel yang akan dioperasikan oleh Azana tahun ini adalah 60 hotel. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *