Pasar Hotel Cabin Kian Menawan

Progres pembangunan Frontone Cabin (FOC) Slamet Riyadi Solo

JATENGONLINE, SOLO – Kehadiran Azana Hotels and Resorts, operator hotel tanah air, di industri perhotelan mengubah platform digital dalam industri perhotelan. Pelaku industri hotel harus dapat beradaptasi dengan pesaing baru yang memanfaatkan teknologi dalam melayani pelanggan. Bila tidak, jangan harap bisa bertahan.

“Tingginya persaingan di lini bisnis hotel, akan banyak pemain yang berguguran bila tak mampu mengikuti perkembangan teknologi,” ungkap Dicky Sumarsono, CEO Azana Hotels and Resorts, saat ditemui dikantornya belum lama ini.

Bisa dikatakan, jika kemunculan operator nasional asli Solo ini memang mengubah platform digital dalam pemesanan dan promosi hotel. Antisipasi kian maraknya rumah-rumah warga dijadikan penginapan, bahkan ada yang mematok harga miring per malamnya.

Hotel skala besar pun ‘dipaksa’ harus menyesuaikan dengan fenomena perubahan tersebut, jika tidak ingin berguguran. Persaingan bisnis perhotelan semakin ketat setelah munculnya hotel-hotel kecil seperi cabin dan capsul.

“Harga semakin ketat, pengusaha hotel tidak bisa mendapatkan keuntungan yang terlalu tinggi,” katanya.

Apalagi di era industri hotel 4.0, muncul beragam tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis hospitality ini. Teknologi membuat pengalaman pelanggan menjadi faktor penting dalam menciptakan reputasi sebuah hotel karena pelanggan dapat memberikan umpan balik secara online.

Pelayanan dihotel pun ‘digenjot’ demi memuaskan pelanggan. Dijaman serba aplikasi ini, membuat experiences konsumen menjadi lebih penting. Tingkat hunian kamar pun bisa ditentukan oleh banyaknya bintang, sebagai cerminan reputasi kepuasan konsumen, berlomba memberikan layanan terbaik, agar tak ditinggalkan.

Salah satu venue di Hotel FOC Slamet Riyadi Solo

Sementara akses pasar yang luas membuat persaingan semakin kuat. Selain itu, laba tak dipatok tinggi karena permainan lebih ditingkatkan pada jumlah kamar, bukan kualitasnya. Teknologi dimanfaatkan untuk memangkas biaya tenaga kerja, membuat beberapa lapangan pekerjaan tak membutuhkan sumber daya manusia.

Meskipun demikian manajemen Azana pun tetap mengutamakan kenyamanan, mengkolaborasi digitalisasi tidak hanya saat reservasi saja, namun sejumlah fasilitas yang di tawarkan dengan brand FrontOne Cabin (FOC), maupun bahan baku propertinya yang ramah lingkungan.

Termasuk kedepannya sebagai apresiasi dan kebutuhan pasar dan pelanggan setianya, konsen mengembangkan hotel cabin dengan dua tipe kamar ini di seluruh Indonesia.
“Potensi pasar dan permintaan investor membangun hotel cabin ini, kami akan kembangkan hotel ini seperti layaknya toko ritel modern yang berada di tengah masyarakat saat ini,” terang Dicky.

Selain di Solo, FrontOne Cabin saat ini tengah di bangun di beberapa kota seperti Surabaya, Jogja, Sragen, Klaten, Purwokerto dan Kerawang. Tingginya permintaan di model bisnis ini karena profitnya yang tinggi dan pengembalian modal yang relatif cepat. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *