‘Kekancan Salawase’ PASEMP4T’67 Reuni ke Batu Malang

JATENGONLINE, SOLO – Memunculkan kembali kenangan 52 tahun yang lalu saat perpakaian SMP dan masih dalam kondisi remaja puluhan alumni SMP Negeri 4 Surakarta angkatan tahun 1967 mengadakan silaturahmi dan temu kangen dengan para sahabat yang dilaksanakan di Batu, Malang, Jawa Timur. Acara yang diadakan pada tanggal 16 hingga 18 Juli 2019 ini di ikuti oleh 48 orang

Lima Puluh Dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Ada pesan rindu yang barangkali tak terucap dan hanya bisa dibayar dengan pertemuan. Nyatanya, meski di era sekolah dulu siswa seangkatan berjumlah ratusan, yang turut serta acara ini hanya 48. Sebab tak semua alumni masih berdiam di Solo meskipun ada beberapa yang dari luar Jawa pun menyempatkan hadir.

Ketua rombongan dari Solo, Purwanto mengatakan, sebagian berhalangan datang karena ada acara pribadi. Setidak-tidaknya, reuni mempertemukan yang sempat terpisah dan mempererat yang sempat patah. Silaturahmi inilah yang setelah ini perlu dieratkan kembali.

“Maklum usia kita rata-rata sudah senja, jadi faktor kesehatan yang menjadi pertimbangan untuk serta di acara kali ini,” jelas Pak Pur, demikian akrab disapa, sebelum keberangkatan dari halaman koperasi Waris Solo menuju ke Batu Malang.

Reuni ini sudah yang ke empat kalinya, sebelumnya dua kali dilaksanakan di Solo dan sekali di Cirebon, diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antara teman seangkatan. Bahkan Pak Pur berharap, ke depan kegiatan ini mampu memotivasi teman-teman lain untuk mengadakan hal yang sama dan meningkatkan lagi intensivitas kegiatan di PASEMP4T’67.

“InsyaAllah dengan terjalinnya silaturahmi ini, kedepannya akan lebih mempererat lagi para alumni untuk saling berbagi dengan alumni itu sendiri maupun antar alumni selamanya,” ujar Pak Pur.

Acara ini bukan hanya sekedar jalan jalan semata tapi hal ini dilaksanakan karena menyadari bahwa tidak bisa selamanya berkumpul satu hari, seminggu atau satu bulan. Untuk itu dengan keinginan yang disepakati bersama, maka dari itulah Batu Malang menjadi pilihan.

“Pada intinya kita melihat pertemanan itu jangan ada perbedaan melainkan kebersamaan. Untuk itu kita berterimakasih kepada donatur, sponsor, dan dermawan yang dititipkan kelebihan oleh Allah dan juga yang sudah begitu baik menyatukan teman teman,” tuturnya.

Terdengar gelak tawa bahagia diantara mereka yang kebanyakan telah berusia senja, saat persiapan pemberangkatan. Para peserta saling melepas rindu dengan teman-teman zaman sekolah. Momen berharga yang tak dilakukan sekali setahun ini tentulah memberikan kenangan tersendiri di benak masing-masing. Perpisahan memang tidak akan pernah selesai dengan sekali pertemuan. Sebab setelah ini, masih ada kehidupan yang harus dilanjutkan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *