Upacara Hari Pramuka SMPN 8 Solo Khitmad

Oleh : Sri Suprapti, Waka Humas SMP Negeri 8 Surakarta.

Hari Pramuka diperingati setiap tahun pada tanggal 14 Agustus. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya terbentuk pada tahun 1961.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pada hari Rabu, tanggal 14 Agustus 2019 SMP Negeri 8 Surakarta dibawah pimpinan Plt. Mulyono, S.Pd. menjalankan upacara memperingati hari Pramuka yang ke 58. Peserta upacara adalah Bapak/Ibu Guru, Karyawan/ Karyawati dan peserta didik kelas VII, VIII dan IX. Upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan Kakak Pembina Radi Yatmoko, S.PAK. Peserta didik terlihat sangat tenang dan khitmad tanpa ada suara apapun seperti biasanya ketika upacara bendera yang dilakukan setiap hari Senin.

Ternyata peserta didik tenang karena upacara yang dilakukan pada saat ini dianggap sebagai upacara “khusus”. Artinya memang upacara yang dilakukan setiap setahun sekali ini menampilkan petugas-petugas yang berbeda. Maksudnya selain menggunakan seragam Pramuka lengkap juga menggunakan bendera selain warna merah putih yaitu bendera sebagai atribut kepramukaan ( bendera tunas kelapa dan bendera wosm ). Cara petugas upacara melakukan tugas juga berbeda dengan upacara rutin setiap hari Senin.

Petugas yang biasanya sendirian membaca Pembukaan UUD 1945, ketika memperingati hari Pramuka didampingi oleh 2 ( dua ) petugas penghafal Dasa Dharma dan Tri Satya. Kebanyakan yang menjalankan tugas upacara adalah dari DG ( Dewan Galang ) dan Tonti ( Peleton Inti ). Dasa Dharma atau Dasa Dharma Pramuka adalah sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang Pramuka. Biasanya terdapat pada tingkatan pramuka penggalang ke atas.

Dasa Dharma Pramuka itu : 1.Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan kesatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. Rajin, terampil dan gembira 7. Hemat, cermat dan bersahaja 8. Disiplin, berani dan setia 9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Sedangkan Tri Satya Pramuka : Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh : 1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila 2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat 3. Menepati Dasa Dharma.

Dalam sambutan hari Pramuka antara lain bahwa Pendidikan karakter moral seseorang ini dapat dilakukan melalui Dasa Dharma Pramuka. Dasa Dharma memiliki makna dan nilai –nilai luhur dari masing-masing dharmanya. Nilai-nilai luhur itu harus ditanamkan dalam setiap anggota Pramuka. Untuk itu Pramuka dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Pramuka dapat melatih masyarakat untuk memiliki karakter moral sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Karakter moral yang ditanamkan melalui dasa dharma dapat menjadi ciri khas bangsa Indonesia . Terbukti bahwa bangsa Indonesia sudah dikenal oleh dunia Internasional sebagai bangsa yang rakyatnya ramah tamah dan cinta kedamaian. Dalam menghadapi berbagai ancaman masuknya budaya asing, dasa dharma dapat dijadikan sebagai benteng dalam bertingkah laku.

Sebagai anggota Pramuka tidak hanya diwajibkan untuk menghafal bunyi dasa dharma tetapi juga dituntut untuk paham makna dari masing-masing darma. Setelah paham isinya, maka dapat menjadikannya sebagai pedoman untuk bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Dasa Dharma ini dapat menjadikan anggota Pramuka memiliki karakter moral yang baik yang dapat menjunjung tinggi bangsa Indonesia.

Pramuka dianggap sebagai penerus bangsa yang memiliki karya dan kemajuan dalam berfikir, disiplin dan mampu mengatasi masalah, banyak karya yang dapat dikuasai dalam mengikuti Pramuka, seperti mampu memberi pertolongan dengan membuat tandu apabila dalam keadaan genting, mampu membuat simpul, dan banyak manfaat lain yang dapat kita ambil di dalamnya.

Dengan diadakannya upacara memperingati hari Pramuka ini adalah untuk mendidik geerasi muda jaman sekarang ke masalah positif dengan adanya dasar dan metode kegiatan pramuka yang sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku. Dengan begitu maka akan diperoleh suatu anggota pramuka yang memiliki moral, mental dan budi pekerti yang bijaksana. Selain itu juga akan menjadikan manusia yang memiliki jiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga para generasi penerus bangsa akan berguna dan bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan negara.

Upacara peringatan hari Pramuka selesai pada pukul 08.05 WIB dan dilanjutkan denga kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: