Tak Ada Toleransi Bagi Separatisme & Disintegrasi di Negeri Ini !

Ketua Lembaga Al Ittihad Tri Rochmadi SH .

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Lembaga Al Ittihad berencana mengadakan sebuah gerakan yang akan diawali dengan Dialog Kebangsaan dengan mengangkat tema “Tak Akan Pernah Ada Toleransi pada Separatisme & Disintegrasi Bangsa”

“Hal ini sebuah upaya untuk meredusir gerakan mahasiswa pendukung Papua Merdeka,” jelas Tri Rohmadi, SH., Ketua Lembaga Al Ittihad, ditemui dikantornya Jl Sultan Agung II Soko Madegondo Grogol Sukoharjo. Senin (19/8/2019)

Tri Rohmadi lebih lanjut menjelaskan, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah aktifitas mahasiswa dan warga Papua yang berada di wilayah Soloraya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya melakukan upaya makar melawan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghindari terjadinya konflik sosial horizontal yang dapat meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan damai.

Dialog kebangsaan menghadirkan nara sumber Letnan Kolonel TNI Inf. Ali Akhwan, SE – Komandan Kodim 0735/Surakarta, Ustadz Arif Syarifudin, SE – Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Surakarta, M. Farid Sunarto, S.Pd, M.Si – Ketua Solo Bersimfoni.

Dilatarbelakangi adanya aksi massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) serta Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi di depan Kedubes Belanda, Kuningan, Jakarta, Senin (1/7/2019) lalu.

Di depan kantor Kedubes Belanda, massa menuntut pemerintah Belanda memberikan kemerdekaan kepada warga Papua. Beberapa massa terlihat membawa spanduk bertuliskan “1 Juli: Hari Proklamasi West Papua. Menuntut Janji Dekolonisasi atas Rakyat West Papua”.

Menurut mereka, Papua dinyatakan sudah merdeka dan diproklamirkan di Markas Victoria. Namun, dunia justru mengakui hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang menyatakan Papua menjadi bagian Indonesia. Pepera pun dipersoalkan karena pemilihannya tidak demokratis.

Pada saat dilakukan Pepera, rakyat Papua lebih dari 8 juta orang tidak memilih. Aksi tidak hanya di Kedubes Belanda, tetapi juga di Surabaya, Bandung, dan Ambon serta kota-kota lain di Indonesia.

Diharapkan ada sedikitnya 100 orang peserta mengikuti acara ini dari unsur Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan, Kepemudaan, Laskar Islam, Pesantren. Acara di helat di RM Mbak Yun Nogiri, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo Mangkubumen Kota Surakarta. Jum’at (23/8/2019) mendatang. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *