Antok Boni Trisnanto: Peluang Bisnis Event Organizer

Calon Ketua Umum HIPMI Solo Periode 2019-2022 Nomor Urut 1 – Antok Boni Trisnanto

JATENGONLINE, SOLO – Pekerjaan di bidang event organizer saat ini sedang naik daun. Pasalnya, prinsip kerja event organizer yang profesional adalah menyelenggarakan acara terbaik dan se-profesional mungkin kepada klien dan pelanggan apapun situasi yang dihadapi.

Menggeluti bidang ini membutuhkan kerja keras dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan, karena pasti dibutuhkan proses dalam mencapai hasil yang diinginkan.

Menurut Antok Boni Trisnanto, Caketum Hipmi Solo Nomor Urut 1 ini, ada beberapa hal yang harus dimengerti tentang seluk beluk dunia event organizer.

Diantaranya harus mampu mengelola acara secara keseluruhan. Event organizer atau yang berarti pengelola acara, maka tugas utamanya mengelola acara dari sebelum hingga sesudah acara berakhir.

“Biasanya, event organizer akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan atau media untuk menjadi sponsor acara dan mempromosikan acara agar sukses. Selain harus mampu mengatur daftar pekerjaan sesudah acara juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan acara,” ujar Antok

Pembuatan jadwal acara pun harus dibuat secara matang dengan mempertimbangkan banyak hal, seperti waktu, durasi, dan isi acara. Dan, acara yang direncanakan menarik untuk dinikmati, sesuai dengan permintaan klien. Kesesuaian acara pembuka atau hiburan dengan inti acara juga patut dipertimbangkan karena akan mempengaruhi minat peserta acara.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, ketepatan waktu dengan jadwal acara yang telah disepakati. Sering kali, hal itu menjadi masalah utama yang dialami oleh sejumlah event organizer, dimana jadwal acara dimulai tidak sesuai dengan yang tertera di pemberitahuan.

“Ada beberapa sebab yang terjadi, namun tugas utama event organizer adalah bertindak profesional untuk menepati jadwal yang telah disepakati,” tegasnya.

Menyesuaikan dekorasi tempat acara sebagai penunjang keindahan dan kenyamanan merupakan tugas penting bagi event organizer. Misalnya saja, dalam konser musik, event organizer setidaknya harus merancang panggung yang spektakuler dan aman bagi para penonton, juga menyediakan kursi atau tempat yang nyaman bagi para penonton.

Dari sinilah kualitas event organizer juga dapat dilihat, tambah Antok, dimana mereka yang bekerja semaksimal mungkin mampu menghadirkan sebuah tempat megah yang belum pernah dilihat oleh siapapun sebelumnya.

Melakukan evaluasi kinerja tim, biasanya dilakukan setelah acara selesai diselenggarakan. Ada yang melakukan pembahasan evaluasi di tempat acara, namun ada yang membahas di tempat lain, atau lain waktu untuk berkumpul kembali membahas hal ini lebih lanjut.

“Evaluasi kinerja tim wajib dilakukan,” tegas Calon Ketua Hipmi Solo Nomor Urut 1.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui poin-poin kelemahan yang terjadi selama acara berlangsung, walaupun acara dianggap berhasil dan memuaskan. Kesalahan teknis, atau hal lain pasti kerap terjadi, oleh karenanya evaluasi dibutuhkan agar menjadi catatan penting untuk diperhatikan ke depan.

Terakhir hal terpenting yang tidak boleh terlewatkan oleh pelaku bisnis event organizer adalah membuat laporan pertanggung jawaban. Karena, laporan ini bertujuan untuk mempertahankan kinerja baik dan memotivasi setiap divisi yang ada untuk bekerja lebih baik lagi. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *