Aptisi Komisariat II Surakarta Gelar Program PEKERTI Bagi Dosen

JATENGONLINE, SOLO – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Solo menyelenggarakan Workshop Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Acara direncanakan diselenggarakan selama lima hari, di Sukoharjo Room, Sahid Jaya Hotel Solo ini, 30 September – 4 Oktober 2019 diikuti 58 dosen.

PEKERTI untuk dosen muda untuk dosen senior merupakan dua buah program pelatihan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kompetensi profesional dosen dalam memangku jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogis.

Program PEKERTI yang dikembangkan sejak tahun 1993 ini, telah menjadi program yang memperoleh banyak tanggapan positif dari berbagai kalangan pendidikan tinggi. Dalam perjalanannya, banyak perubahan dan adaptasi yang dilakukan terhadap program PEKERTI dengan maksud agar program tersebut lebih efektif, dan lebih dapat mengakomodasikan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

“Tindak lanjut penyempurnaan kedua program tersebut telah dilaksanakan dengan melibatkan Tim Inti PEKERTI di berbagai perguruan tinggi,” papar R. Taufik NM selaku Ketua Panitia, Institusi Universitas Duta Bangsa, saat pembukaan acara. Senin (30/9/2019)

Penggabungan program PEKERTI, lanjut Taufik, menjadi satu program utuh yang menerapkan sistem moduler yakni materi lama dan tambahan materi baru dikemas menjadi 28 buku.

Penyelenggaraan program PEKERTI yang bersifat luwes terstandar – luwes karena penyelenggara dapat memilih sendiri materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, terstandar karena ada standar minimum yang perlu dipenuhi untuk proses sertifikasi.

“Karena perubahan peran DIKTI sebagaimana tertera dalam PP No. 19/2005 dan dalam rangka memberikan otonomi memberikan otonomi sepenuhnya kepada perguruan tinggi, maka mulai tahu 2007, sertifikat program PEKERTI tidak lagi diterbitkan oleh Direktorat Akademik DIKTI, tetapi menjadi tanggungjawab sepenuhnya perguruan tinggi pelaksana program PEKERTI,” imbuh Taufik.

Sementara, sertifikat PEKERTI baik yang diterbitkan oleh Direktorat Akademik DIKTI/Belmawa (sebelum tahun 2007) maupun yang selanjutnya akan diterbitkan oleh perguruan tinggi pelaksana program PEKERTI, merupakan salah satu bukti keikutsertaan dosen dalam suatu pendidikan profesi, khususnya dalam bidang kompetensi pedagogik.(dikutip dari surat Direktorat Akademik DIKTI no. 0662/D2/2007 perihal PEKERTI-AA tanggal 30 Maret 2007).

PEKERTI menjadi penting dalam pengembangan profesionalisme dosen karena kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI sejalan dengan amanat UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Disebutkan bahwa, beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proses, penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian.

Di samping itu melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat. Program PEKERTI-AA merupakan program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi para dosen.

Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) untuk dosen muda dan program Applied Approach (AA) untuk dosen senior merupakan dua buah program pelatihan.

Pada tahun 2005 PAU PPI UT yang ditunjuk DIKTI sebagai koordinator PEKERTI mulai menggagas rekonstruksi program PEKERTI-AA. Hasil rekonstruksi tersebut diterbitkan dalam Buletin PEKERTI-AA yaitu penggabungan 2 program PEKERTI dengan struktur kompetensi PEKERTI.

“Menerapkan Paradigman Pembelajaran dalam pengembangan sistem pembelajaran, Merancang sistem pembelajaran berdasarkan paradigma pembelajaran, Melaksanakan pembelajaran berdasarkan rancangan sistem pembelajaran dan Meningkatkan mutu sistem pembelajaran,” tambahnya.

Daftar materi PEKERTI hasil rekonstruksi meliputi, 1. Isue Strategis PT, 2. KBK di PT , 3. Profesi dan Etika Dosen, 4. Pembelajaran: Masalah dan Alternatif Solusinya, 5. Model Belajar dan Pembelajaran, 6. Paradigma Pembelajaran, 7. Pendekatan Sistem dalam Perancangan Pembelajaran, 8. Prinsip Pembelajaran, 9. Pengambilan Keputusan Pembelajaran, 10. Ragam Sumber Belajar, 11. Model Asesmen Pembelajaran, 12. Panduan Praktek Pembelajaran Mikro, 13. Evaluasi Program Pembelajaran, 14. PTK, 15. Rekonstruksi Matakuliah, 16. Pengembangan Bahan Pembelajaran. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *