Honda Scoopy Riding di Kemacetan, ke Pegunungan dan di Jalan Berbatu

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Akhir pekan di minggu kemarin, yakni tanggal 13 Oktober 2019 alumni Simpon 88 C punya agenda Fun Touring yang digagas oleh para koordinator dan anggotanya, selain refresing kegiatan silaturrahmi ini diisi dengan acara arisan.

Sepeda motor Honda mendominasi merek sepeda motor yang digunakan oleh anggota yang mengikuti touring tipis-tipis tersebut dengan tujuan obyek wisata di Kabupaten Karanganyar dan berakhir di Resto Kemuning, Ngargoyoso, penulis berkesempatan kembali untuk mengetes performa dan mencoba kesekian kalinya kelincahan skutik Honda yakni All New Honda Scoopy 2017.

Nah, bagaimana impresinya serta bagaimana riding experience dengan skutik seharga Rp 17jutaan ini? ini ulasannya..

Sebenarnya ini sudah kali kesekian saya mencoba sekutik retro Honda dengan ukuran ring velg 12 inch ini, sebelumnya saat perilisan perdana di Astra Motor Jateng tahun 2017 lalu.

Saat sudah siap kita diberi tahu jika kita akan touring ke daerah Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar yakni sebelah timur kota Solo lebih tepatnya ke jalur daerah wisata Kemuning dan melewati jalur objek wisata Candi Cetho. Wuih, seru nih pikir saya, karena jalur ini adalah jalur yang biasa dipakai oleh para bikers baik Moge maupun Mocil untuk Sunmori, nah loh..

Bagi yang asing dengan istilah ngetren para bikers tersebut, tidak ada salahnya untuk tahu dan mengetahuinya khan?, catat yak..

Sunmori
Ini istilah yang belum lama ngetrend. Soalnya, banyak blogger dan vlogger yang pakai istilah ini. Sunmori sendiri adalah Sunday Morning Ride. Sesuai namanya, aktivitas ini akan dilakukan setiap hari Minggu pagi.

Selain sunmori, ada juga tourjib dan tourgab. Tourjib berarti tour wajib, yang diikuti oleh anggota komunitas ke tujuan yang cukup jauh. Sedangkan tourgab berarti touring gabungan, yang diikuti oleh beberapa anggota komunitas.

Kopdar
Kopdar sebenarnya sebuah singkatan dari kopi darat. Istilah ini diartikan sebagai kegiatan kumpul sesama anggota, klub, atau forum otomotif.

Rolling
Rolling ini adalah kegiatan berkeliling wilayah tertentu, biasanya sekitar kota saja, karena rolling biasa dilakukan setelah selesai kopdar.

Dan, bagi yang ‘kadung’ menyukai touring motor ada sejumlah istilah yang wajib dimengerti seperti..

Road Captain
Tugas road captain ini sama dengan ketua kelompok saat touring. Road captain bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran dan keselamatan para rombongan.

Juga bertanggung jawab untuk urusan administrasi, seperti surat izin. Seorang road captain biasanya harus memiliki problem solving yang cepat dalam mengambil keputusan.

Safety Officer
Kalau kamu paham betul dinamika perjalanan, hafal jalan, dan seluk beluknya, maka kamu cocok menjadi safety officer. Posisi ini bertugas untuk menunjukkan arah yang benar dan mengamankan jalan yang akan dilalui.

Voorijder
Voorijder memiliki tugas yang sama dengan safety officer, tapi tanggung jawabnya lebih besar. Voorijder biasanya harus berada di depan rombongan sebagai pemimpin.

Seorang voorijder harus bisa menyesuaikan kecepatan, mengatur formasi, dan memberitahu kondisi jalan dengan isyarat atau gestur tubuh.

Sweeper
Tugas sweeper adalah mengawal barisan touring. Beberapa anggota juga harus dipilih mengemban tugas ini untuk mengamankan rombongan. Seringkali, sweeper berada di sebelah kanan untuk mengatur barisan. Sweeper juga bertugas untuk mengingatkan dan memperjelas perintah dari foreder.

Technical Officer
Risiko menempuh perjalanan jauh salah satunya adalah kondisi mesin. Apalagi jika terjadi kerusakan di tempat yang jauh dari bengkel. Di sinilah peran technical officer dibutuhkan. Tuh, gak lagi ‘katrok’ khan, he he he..

Nah, perjalanan kami dimulai dari perbatasan kota Solo, tempat berkumpulnya area jembatan Jurug, rute awal mengambil jalan normatif jalur biasa menuju obyek wisata Tawangmangu.

Jalur ini cukup menantang, karena jalannya adalah lintasan lurus tapi menanjak dengan jarak sekitar 3-5 km. Disini kemampuan skutik 110cc ini diuji nih, apakah dengan power 9,1 PS {6,7 Kw} @ 7500 rpm dan Torsi Maks sebesar 9,4 Nm @ 6000 rpm ini bisa melibas tantangan???

Mungkin di kondisi jalanan menajak seperti ini, selain power motor, juga berat badan sangat berpengaruh, disaat pemotor lain yang punya Berat Badan ideal sangat mudah sekali menanjak, sedangkan saya yang punya BB bonus, harus lebih konsentrasi, hehe…

Tapi, pas kita menemukan jalan yang tidak terlalu ekstrem yakni jalan rata dan menanjak barulah skutik ini menunjukan kemampuannya, apalagi saat kita memasuki daerah agrowisata Amanah, disana saat itu lagi macet-macetnya, karena renovasi dan perbaikan jalan, pengguna jalan hanya bisa menggunakan separo badan jalan, sehingga harus antre dan bergantian, dan scoopy dengan fitur velg baru berukuran 12 inch ini menunjukan kelincahannya menyalip diantara kemacetan…

Apalagi ketika menemukan jalur berkelok menuju objek wisata Kemuning, Ngargoyoso, beeuuuh, bukan skutik yang diuji, tapi kita diuji untuk berani melakukan cornering dengan aspal mulus, hehe…

Yang perlu diperhatikan, trek dekat maupun jauh, melakukan service adalah penting, dengan cek beberapa fungsi kendaraan yang akan di gunakan untuk touring. Waktu perjalanan berangkat tekanan ban tidak terlalu keras, karena kalau terlalu keras menyebabkan motor terasa ‘ngebuang’ dibagian belakangnya, karena skutik dengan ban lebarnya ini justru enak banget diajak nikung … ajiibb…

Akhirnya kita sampai dtempat tujuan, daerah Kemuning, Ngargoyoso yang terkenal dengan keindahan pemandangannya, semakin sempurna dengan udara sejuk pegunungan yang dikelilingi hamparan kebun teh.. gak salah memang tempat ini selalu menjadi tujuan wisata para bikers, hehe…

Tujuan kita adalah objek wisata area Ngargoyoso, Karanganyar dimana disini terletak banyak tempat wisata yang tak membosankan untuk dikunjungi.. meskipun kadang lintasan bebatuan offroad yang mungkin habitat daripada motor trail, karena melewati jalanan pegunungan yang belum diaspal.

Kebayang kan skutik retro Honda yang mungkin habitatnya di perkotaan dibawa offroad ke lintasan bebatuan? rasanya gimana? Ya gitu, gak enak wkwkwk… Tapi untungnya suspensi belakang Honda yang dikenal empuk cukup bisa meredam kondisi jalan yang agak rata tersebut, jok scoopy bisa dibilang sama dengan skutik Honda lainnya, keras, tapi jika dibandingkan Scoopy lawas mungkin All New Scoopy ini bisa dibilang agak empuk sih…

Saya juga sempat bawa skutik ini, dan lampu depan LED warna putih cukup terang dan terfocus, menjadi penolong bagi pengguna jalan lain saat berpapasan, yang menarik dari lampu Scoopy LED yang mirip mata Minion ini adalah lampu DRL yang melingkar yang menjadi karakter yang khas dari skutik retro Honda ini.

Satu lagi kelebihan skutik retro yang saat ini penjualannya stabil diangka ratusan ribu unit perbulannya ini, yakni adanya fitur Anti-thef alarm, dimana fitur ini memiliki alarm dan akan memberi kita alert atau peringatan ketika motor ini diganggu atau ada yang berniat mencuri… Dan alarm akan mati jika kita mematikan tombolnya pada sebuah remote yang juga terintegrasi sebagai answer back system ketika kita mencari motor di parkiran…

Kesimpulan dari salah satu skutik terlaris Honda ini adalah motor ini cocok buat yang membutuhkan kendaraan komuter sehari-hari diperkotaan, motor bermesin 110cc berpendingin udara ini lincah dan ergonomi ridingnya antara posisi kaki berpijak di dek dan posisi tangan di stang sangat nyaman dikendarai didukung dengan desain stylish yang memadukan desain unik retro klasik tapi dengan kecanggihan fitur motor modern…

Terakhir, terimakasih untuk Alumni Simpon 88 C yang telah memberikan kesempatan untuk turut serta touring tipis-tipis, mengendarai skutik Honda ini dan memberikan riding experience dalam gelaran Fun Touring bersama kemarin… semoga berguna… ngenggg…. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *