Manfaat Belajar Luar Ruang, Pererat Hubungan Guru dan Siswa

JATENGONLINE – Dalam rangka kegiatan belajar di luar kelas SMP Negeri 8 Surakarta dibawah pimpinan Triad Suparman, M.Pd. Kamis, (7/11/2019) semua warga sekolah mengadakan kegiatan di halaman sekolah. Acara di mulai pada pukul 07.00 WIB.

Sebelumnya dilakukan jabat tangan di gerbang sekolahan pada pukul 06.30 WIB. Untuk kegiatan berjabat tangan menyambut para siswa dengan slogan SMP Negeri 8 Surakarta yaitu 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) yang dilakukan rutin setiap hari oleh regu piket dan berakhir pada pukul 06.55 WIB.

Triad Suparman, M.Pd

Wujud kegiatan selanjutnya adalah sesuai panduan jadwal pelaksanaan Belajar Sehari di Luar Kelas antara lain : Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 stanza oleh semua warga sekolah. Ibadah Pagi Agama Islam melakukan Tadarus yang dipandu oleh Guru Agama Islam Imam Khoiruddin M.Pd I, dan yang beragama Kristen melakukan ibadah yang dipimpin oleh Radi Yatmoko S.Pd K serta yang beragama Katolik melakukan ibadah yang dipimpin oleh F.Nita Purwaningsih, S.Ag.

Siswa menuju ke halaman dengan membawa sarapan sehat yang disiapkan oleh orang tua masing-masing dan dilanjutkan dengan literasi. Sebelum keluar kelas siswa mematikan lampu, peralatan listrik yang tidak diperlukan. Siswa yang keluar kelas memeriksa lingkungan juga sekaligus menyingkirkan barang yang sekiranya menghalangi langkah mereka dan yang membahayakan siswa. Sesampai di halaman semua siswa sarapan bersama. Sebelum sarapan melakukan cuci tangan dan berdoa.

Begitu juga setelah selesai makan. Doa sebelum dan sesudah makan dipimpin oleh Imam Khoiruddin, M.Pd.I. Dilanjutkan dengan membaca buku non mapel (literasi). Simulasi evakuasi bencana dalam lagu dan gerak dilakukan oleh model dan siswa yang lain dengan diiringi lagu Evakuasi Gempa.

Siswa persiapan Senam Germas

Senam Germas dipandu oleh OSIS yang dilakukan oleh seluruh siswa diiringi dengan lagu Salah Apa Aku.

Permainan Tradisional yang dilakukan dalam kegiatan belajar di luar sekolah ini terdiri dari beberapa macam permainan antara lain ; bekelan, dakon, engklek, udhing, holahop, lompat tali, engklek, tiga, jelungan, ancik-ancik alis, gayuk lari, betengan, njuk tali njuk emping, kuncen, nekeran.

Tepuk Hak Anak dan Yel-Yel Sekolah Ramah Anak dipimpin oleh Endang Lestari, S.Pd. dengan Tepuk PPK dan Salam PPK.

Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dan diikuti oleh semua Guru, Karyawan SMP Negeri 8 Surakarta.
Pelantikan Tim Sekolah Ramah Anak, oleh Kepala Sekolah sekaligus dibacakan Tim Pelaksana Sekolah Ramah Anak.
Penutupan dengan menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” dipimpin oleh Daniswara kelas VIII B.

Untuk SMP Negeri 8 Surakarta mempunyai kegiatan yang baru, walaupun sudah sering dilakukan yaitu memanfaatkan hasil pengelolaan lingkungan antara lain tanaman dan kolam. Untuk kali ini yang dimanfaatkan adalah Gori yang tumbuh di depan sekolahan dan diolah menjadi lodheh. Untuk lauknya yaitu lele yang dipelihara di kolam sebelah selatan ruang Aula dan sebelah timur Masjid Al Falah SMP Negeri 8 Surakarta. Itulah menu makanan para Guru pada saat kegiatan ramah anak ini.

Kepala Sekolah Triad Suparman, M.Pd. menyatakan, sangat mendukung sekali dengan adanya sekolah ramah anak ini. Hal ini bisa memberikan suasana baru bagi guru dan siswa bahkan semua warga sekolah. Selain itu dengan adanya kegiatan ini bisa juga menambah inspirasi dan menjadi motivasi.

Manfaat belajar luar ruang SMPN 8 Surakarta

“Manfaat yang bisa diambil dari kegiatan belajar di luar sekolah ini adalah mendapatkan pengalaman baru yang belum diketahui oleh siswa contohnya permainan tradisional. Selain itu juga antara Guru dan siswa bisa nertambah erat hubungannya pada proses pembelajaran. Menghilangkan kejenuhan belajar yang bersifat monoton dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan belajar di luar kelas ini Kepala Sekolah juga membaca Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang diikuti oleh semua Guru dan Karyawan. Deklarasi ini antara lain bertujuan untuk memberikan perlindungan pada diri siswa sebagai anak di sekolah dengan mengutamakan hak-hak anak yang meliputi hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak perlindungan dan hak mendapatkan pendidikan. Siswa sebagai anak harus terlindungi menjadi manusia yang membutuhkan pendidikan secara manusiawi.

Sekolah ramah anak menjadi penting mengingat dalam sehari delapan jam anak berada di sekolah. Keprihatinan orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah karena kondisi anak-anak di sekolah yang rawan kekerasan, keracunan, kecelakaan, kotor, kondisi gedung yang mudah runtuh jika ada bencana Napza, rokok, radikalisme, lingkungan yang tidak sehat.

Setelah selesai kegiatan ramah anak selanjutnya siswa diberi tugas membuat artikel / karangan dengan topik PPK yang meliputi Religius, Nasionalis, Integritas, Gotong Royong, Mandiri. Harapannya agar anak dapat bertambah paham akan karakter yang dibutuhkan. (*)

Oleh : Sri Suprapti, Waka Humas SMP Negeri 8 Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *