Ini Cara Menghitung Biaya Perpanjangan Sertifikat HGB

JATENGONLINE, SOLO – Minat investasi di bidang properti? Ketahui dinamika yang terjadi di pasar properti, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli. Dan wajib tahu info penting seputar aset propertinya.

Guna meningkatkan status kepemilikan sebuah aset properti, perlu mengubah sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ke Hak Milik (SHM).

Kita tahu, sertifikat HGB adalah salah satu bukti kepemilikan lahan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain dalam kurun waktu tertentu.

Lahan dengan status HGB biasanya dikelola oleh developer seperti perumahan atau apartemen, bisa juga pada gedung perkantoran.

Jenis kepemilikan tersebut dipegang sepenuhnya oleh negara. Setelah melewati batas waktu, pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan sertifikat HGB dan begitu seterusnya.

Faktanya, kepemilikan lahan dengan status sertifikat HGB dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik alias SHM.

Perubahan status kepemilikan dari HGB ke SHM bertujuan untuk memperjelas status hukum kepemilikan atas suatu lahan.

Tentu, hal in akani sangat bermanfaat bagi pemilik apabila dikemudian hari terjadi pindah tangan kepemilikan maupun terjadi sengketa.

Langkah Mengubah Sertifikat HGB ke SHM
Status kepemilikan hak milik merupakan status kepemilikan paling kuat tanpa campur tangan atau kemungkinan dimiliki oleh pihak lain.

Kepengurusan perubahan sertifikat HGB menjadi SHM dilakukan pada kantor pertanahan di wilayah tempat lokasi lahan tersebut berada.

SHM merupakan sertifikat terkuat karena pemilik lahan dapat memiliki lahan tanpa batas waktu sehingga bisa diwariskan. Ini tentunya berbeda dengan pemegang SHGB, yang harus memperpanjang sertifikat ketika masa berlaku berakhir.

“SHGB juga bisa dihentikan jika pemegangnya tidak lagi memenuhi syarat sehingga harus melepas atau memberikannya kepada orang lain, atau mengembalikannya kepada negara, pemegang hak pengelola, atau pemegang hak milik,” kata Susanto Liem, Prinsipal ERA iREA Solo. Selasa (12/11/2019)

Biaya Perpanjangan Sertifikat HGB
Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah No.46 tahun 2002, maka rumus perhitungan biaya perpanjangan sertifikat HGB adalah: jangka waktu perpanjangan HGB yang diberikan dibagi 30 tahun dikalikan 1%.

Nantinya, jumlah ini akan dikalikan dengan Nilai Perolahan Tanah (NPT) yang sudah dikurangi dengan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NPTTTKUP) lalu dikalikan dengan 50%. Untuk nilai NPT dan NPTTTKUP bisa dilihat di SPT PBB tanah yang akan diperpanjang SHGB-nya.

Misalnya, jangka waktu perpanjangan HGB yang diberikan adalah 20 tahun. Sedangkan Nilai NPT yang sudah dikurangi NPTTTKUP untuk tanah seluas 500 m2, NJOB 3 juta/m3. Maka perhitungannya adalah sebagai berikut: 20/30 x 1% = 0,0067. Biaya perpanjangan Sertifikat HGB:
0,0067 x 500 x 3jt x 50% = 5 jt

Kewajiban Pemilik Sertifikat HGB
Ada beberapa kewajiban untuk dipenuhi. Salah satunya, menggunakan tanah sesuai dengan peruntukannya dan persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan pemberian hak.

“Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memelihara tanah dan bangunan dengan baik, termasuk menjaga kelestarian lingkungan hidup,” pungkas Susanto. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *