Ericsson Hadirkan Use Case Canggih dalam UjiCoba 5G Telkomsel di Batam

FOTO : (Atas ki-ka) VP Technology & System Telkomsel, Indra Mardiatna,Executive VP West Area Sales, Agus Setia Budi, VP Regulatory Management, Andi Agus Akbar,SVP Enterprise Account Management, Dharma Simorangkir, dan President Director EricssonIndonesia, Jerry Soper. (Bawah ki-ka) Director of Planning & Transformation Telkomsel, EdwardYing, The Post and Information Resources and Equipment Directorate General (SDPPI), Ismail,Director of Finance Telkomsel, Heri Supriadi, Director of Sales, Ririn Widaryani, dan VP CorporateCommunications, Denny Abidin menunjukkan lima jari tangan yang melambangkan teknologiinformasi generasi kelima pada uji coba 5G Telkomsel di Batam, Kepulauan Riau. Ericssonmenegaskan komitmennya dalam menerapkan teknologi 5G di Indonesia dengan mendukungTelkomsel sebagai rekan penyedia teknologi pada acara tersebut melalui use case di berbagaimacam sektor.

JATENGONLINE, BATAM Ericsson (NASDAQ: ERIC) menegaskan komitmennya dalam menerapkan teknologi informasi generasi kelima di Indonesia dengan melakukan uji coba 5G bersama Telkomsel di Telkomsel Grapari Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/11/2019).

Ujicoba 5G ini menghadirkan beberapa use case seperti Smart Air Patrol, Smart Surveillance,Immersive Collaboration, Future City Planning, 5G Call, Immersive Entertainment, Seamless Gaming, dan Industry 4.0 Enabler.

“Pada tahun 1994, kami merupakan yang pertama memperkenalkan 2G bersama denganTelkomsel di Batam. Hari ini, kami sangat senang dapat mengenang momen tersebut dengan menjadi yang pertama membawa teknologi 5G melalui video call bersama dengan mitra yang sama dan di tempat yang sama,” kata Jerry Soper, President Director Ericsson Indonesia.

“Salahsatu hal yang menarik tentang 5G adalah industri aplikasi. Sama halnya dengan aplikasi transportasi online yang muncul di era 4G, menurut kami hal yang sama akan terjadi di era 5G. Akan ada banyak aplikasi baru yang berdatangan, yang belum tentu kita ketahui sekarang,” imbuhnya.

FOTO : Ericsson menampilkan berbagai use case yang ditujukan untukkemajuan industri pada uji coba 5G bersama Telkomsel di Batam, Kepulauan Riau. Use caseyang ditampilkan antara lain Smart Air Patrol, Immersive Collaboration dan Smart Surveillance.Aktivitas industri akan semakin efisien dengan hadirnya beragam fungsi drone yang didukungoleh koneksi 5G. Selain itu, 5G memungkinkan kolaborasi jarak jauh, berkat koneksi cepat danlatensi yang rendah. Tidak kalah penting, tingkat keamanan di bidang industri pun juga dapatsemakin ditingkatkan dengan fitur face recognition menggunakan teknologi generasi kelima.Berkolaborasi dengan Qlue, perusahaan ekosistem smart city, Ericsson siap untuk mendukungperkembangan smart city, khususnya dalam program keamanan melalui use case SmartSurveillance.

Selain use case untuk industri, Ericsson juga menampilkanbeberapa use case 5G yang cocok untuk individu selama uji coba 5G Telkomsel di Batam. Salahsatu use case-nya adalah seamless gaming hasil kolaborasi dengan Skyegrid. 5G akanmemungkinkan pengguna untuk bermain game berat tanpa perlu menggunakan perangkatcanggih, karena menggunakan komputasi awan.

Pengguna dapat menikmati konten highdefinition dari game berat dengan hanya melakukan streaming. Selain itu, 5G juga menyediakankoneksi dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah untuk mendukung respon diterima secarareal-time.

FOTO : Jajaran Direksi Telkomsel mencoba panggilan video menggunakanjaringan live 5G dengan President Director Ericsson Indonesia, Jerry Soper pada uji coba 5Gbersama Telkomsel di Telkomsel Grapari Centre, Batam, Kepulauan Riau. Kecepatan tinggi,latensi yang sangat rendah, dan kapasitas besar dari 5G memungkinkan pengguna melakukanpanggilan video jarak jauh dengan lancar dan real-time.

Pada acara uji coba 5G bersama Telkomsel, Ericsson jugamenampilkan berbagai macam use case yang akan terjadi pada era Industri 4.0. Use case yangditampilkan antara lain smart manufacturing, smart agriculture, dan warehouse automation.

5Gmenyediakan teknologi seluler yang cepat dengan latensi rendah, dan koneksi tanpa batas,memungkinkan berbagai industri menjadi lebih produktif, efisien, dan fleksibel akan perubahan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *