Ayam Goreng Kartini, Selera Priyayi Tempo ‘Doeloe’

ICIP-ICIP MENU : Tamu rombongan dari kelompok pengajian menikmati sajian dan menu utama ayam goreng Kartini di acara soft opening. Jumat (24/1/2020)

JATENGONLINE, SOLO – Bisnis di bidang kuliner semakin hari kian ramai pesaing. Tapi itu tidak menyurutkan niat pelaku bisnis untuk tetap membuka usaha yang menjual makanan. Alasannya adalah karena makanan merupakan kebutuhan dasar manusia, sebelum kebutuhan lainnya. Lagi pula, kebutuhan makan dan minum juga tidak mengenal usia.

Mengingat tingkat aktivitas orang zaman sekarang yang semakin sibuk, maka bisnis makanan cepat saji menjadi tren yang menjanjikan. Berbagai strategi promosi pun diluncurkan demi pembeli selalu datang kembali.

Seperti yang dilakukan RM. Ayam Goreng Kartini Solo ini, sebagai salah satu restoran yang menjalankan konsep full service yang gerainya di Jalan Bayangkara 47 Tipes, Laweyan, Solo memiliki tagline masakan ‘selera priyayi tempo doeloe’ melakukan soft opening pada Jumat (24/1/2020).

Ayam Goreng Kartini Solo kedepan selalu berupaya menerapkan strategi promosi menarik para konsumen agar tidak berpaling ke tempat lain. Termasuk taste trial yang dilakukannya, mengundang sejumlah rekanan bisnis dan kolega. Selain rutin menggelar survei independen untuk memantau pertumbuhan bisnisnya.

Tara Gading

Membidik Pasar Anak Muda
Owner Ayam Goreng Kartini, Tara Gading menyampaikan, bahwa salah satu kelompok konsumen terbesarnya adalah kalangan anak muda. Sehingga inovasi yang dibuat hampir selalu disesuaikan dengan selera dan gaya hidup generasi milenial.

Tidak hanya mengandalkan menu makanan ayam gorengnya, desain restonya pun terkesan instagramable, dinding dan plafon tertata rapi peralatan dapur dan sejumlah daun pintu dan jendela aneka model, sebagaimana kebutuhan anak milenial selalu swa foto view terbaru dimanapun berada.

“Selain membidik anak muda milenial juga keluarga, memperkuat mainset mereka setiap pingin makan ayam goreng ingatnya Kartini,” ujar Tara.

Pada soft opening Ayam Goreng Kartini, mengenalkan produk untuk pelanggan barunya, yakni Ayam Goreng, Sup Ikan Patin dan Gurami Asam Manis, dengan harga yang terjangkau.

“Ketika pelanggan baru merasa puas dengan produk Ayam Goreng Kartini, maka secara otomatis mereka akan membeli lagi atau melakukan repeat order,” imbuhnya.

Interior artistik dan unik jadi daya tarik

Memperhatikan Kenyamanan Resto
Faktor kenyamanan resto untuk menikmati berbagai menu Ayam Goreng Kartini juga mempengaruhi pelanggan untuk kembali datang. Sehingga kenyamanan ini juga didukung tampilan tempat yang bagus, artistik dan unik untuk jadi spot foto. Dengan begitu, tidak ada pelanggan yang kecewa ketika menyantap makanan di Ayam Goreng Kartini.

Ayam Goreng Kartini
Diwilayah Solo dan sekitarnya memang terkenal dengan banyak kuliner ayam goreng kampungnya. Namun dari sekian resto dengan basic yang sama tentunya memiliki kekhasan tersendiri. Tak sedikit memang yang mengandalkan sambel dan lalapannya.

Ayam Goreng Kartini lengkap nasi dan lalapan

Ayam Goreng Kartini memiliki rasa khas dengan rempah pilihan konon menggunakan resep priyayi Solo tempo dulu, disajikan bersama lalapan daun kemangi dan ketimun, serta trancam bumbu khas nenek moyang. Untuk mencicipinya pun cukup merogoh kocek Rp17.000,- sudah termasuk minum. Sup Ikan Patin dibandrol Rp.12.000.

Sup Ikan Patin segar menyehatkan

Sementara di ruang utama Ayam Goreng Kartini mampu menampung 120 tamu, disisi sebelah kiri tersedia untuk smoking area lesehan 6 meja, serta di bagian belakang disediakan ruangan yang berkonsep klasik untuk acara keluarga, pertemuan dan arisan yang mampu menampung 40-50 orang. Untuk area parkir mobil dan motor berada disisi selatan resto.

Ruang untuk meeting, acara keluarga, arisan mampu menampung hingga 50 orang

Meskipun masih tahapan trial dan soft opening namun banyak pecinta kuliner yang penasaran ingin segera menikmati tawaran dari RM Ayam Goreng Kartini ini. Seprti disampaikan Tara Gading di akhir wawancaranya, “Respon masyarakat sangat luar biasa, padahal Jumat (24/1/2020) baru untuk undangan, tapi sudah banyak banget tamu yang datang kesini, sayangnya gak bisa masuk. Baru hari kedua Sabtu (25/1/2020) dibuka untuk umum,” terangnya. Penasaran sensasinya? segera cicipi tastenya! (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *