BPR Restu Klaten Makmur Optimalkan Kinerja SDM Dengan Coaching

Direktur Amalia Consulting, Suharno, menyerahka piagam kepesertaan workshop bagi peserta, diterima secara simbolis oleh Direktur Utama, Subandi

JATENGONLINE, KLATENPT BPR Restu Klaten Makmur, Kamis (6/2/2020) menggelar Workshop Coaching Skills for Leader. Kegiatan bertempat di kantor pusat BPR Restu Klaten Makmur, Jatirejo, Karanganom, Klaten, diikuti 21 peserta dari jajaran direksi dan level middle management yang bertindak sebagai leader.

Acara workshop dibuka Direktur Utama BPR Restu Klaten Makmur, Subandi. Dalam sambutannya, memaparkan kinerja perusahaan pada tahun 2019, mampu melampaui target.

“Alhamdulillah kita bersyukur kinerja kita sangat bagus. Kita bisa mencapai target sampai 130 persen. Namun pencapaian target untuk individu pencapaiannya belum merata. Ada yang sangat bagus. Namun ada juga yang kinerjanya belum optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Subandi, berharap kinerja karyawan bisa merata dan potensinya bisa optimal.

“Untuk mewujudkan kinerja SDM agar optimal, maka hari ini kita selenggarakan workshop coaching skills for leader. Harapannya agar kita semua, selaku leader bisa memberdayakan tim kita masing-masing ” jelasnya.

Workshop berlangsung dari pagi hingga sore, berlangsung atraktif, komunikatif dan interaktif dipandu fasilitator Direktur Amalia Consulting, Suharno.

Saat menyampaikan materi, Suharno, mengungkapkan masih banyak yang belum memahami penerapan coaching dengan benar.

“Masyarakat belum bisa membedakan, antara coaching, training dan counseling. Bahkan sebagian orang masih menganggap orang yang dicoaching pasti orang yang bermasalah,” paparnya.

Sementara itu, Suharno yang juga dosen prodi akuntansi Unisri, meluruskan bahwa coaching itu bukan hanya untuk menangani karyawan bermasalah. Idealnya coaching justru digunakan untuk memberdayakan potensi SDM agar optimal dan produktif, melalui proses komunikasi yang kreatif.

“Dalam proses coaching, coach hanya bertindak sebagai fasilitator. Komitmen dan solusi muncul dari coachee, bukan dari coach,” tandasnya.

Untuk memahamkan pengertian dan penerapan coaching yang efektif, semua peserta melaksanakan simulasi coaching dengan saling berganti peran. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *