Kunjungan Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan Di SMPN 8 Solo

JATENGONLINE, SOLO – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. Kamis, 27 Februari 2020 menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan. Ketua rombongan, Kamriadi, S.Pd.,M.Si. yang sedang berkunjung menyampaikan tujuannya yakni untuk studi banding ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta selama 2 ( dua ) hari yaitu mulai hari Rabu – Kamis tanggal 26 – 27 Februari 2020. Tamu yang berkunjung sejumlah 20 orang.

Dalam kunjungannya rombongan melanjutkan studi lapangan dengan jadwal sebagai berikut :

  1. Hari Rabu, tanggal 26 Februari 2020 pada pukul 09.00 – 10.30 WIB berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Materi yang disampaikan adalah Peran Dinas Pendidikan Kota Surakarta terhadap SMA dan SMK di Kota Surakarta. Dilanjutkan ke Dewan Pendidikan dengan materi yang disampaikan adalah Peran Dewan Pendidikan Kota Surakarta terhadap SMA dan SMK di Kota Surakarta. Kemudian menuju ke SKB ( Sanggar Kegiatan Belajar ) dan berakhir di PKBM Sinar Mentari Pasar Kliwon pada pukul 15.30 WIB.
  2. Hari Kamis, 27 Februari 2020, pukul 09.00 menuju ke PAUD / TK Al Ashar Syifa Budi Surakarta, dengan tampilan Sekolah Sehat. Dilanjutkan ke SD Muhammadiyah 1 Surakarta pada pukul 11.00 – 12. 00 WIB dengan materi Sekolah Adiwiyata sekaligus makan siang. Setelah makan siang rombongan melanjutkan perjalanan menuju SMP Negeri 8 Surakarta yang sudah berhasil mendapatkan sertifikat Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Berlanjut ke ISI kemudian pulang melalui Yogyakarta.

Acara di SMP Negeri 8 Surakarta dengan pembawa acara F. Nita Purwaningsih, S.Ag. dalam pembukaannya dimulai dengan doa bersama. Dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan dari Dewan Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan Kamriadi, S.Pd.,M.Si., bahwa kunjungan ke SMP Negeri 8 Surakarta adalah menimba ilmu karena banyak yang bisa dicontoh bahkan SMP Negeri 8 Surakarta termasuk sekolah yang baik dan patut untuk dicontoh.

Tidak diragukan lagi kalau SMP Negeri 8 Surakarta, dibawah pimpinan Triad Suparman, M.Pd. meraih juara sekolah Adiwiyata tingkat Nasional pada tahun 2018. Rombongan yang berjumlah 20 orang dari Dinas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan, disambut dengan Sapa, Salam, Senyum, Sopan, Santun ( 5 S ) sesuai dengan jorgan di sekolah ini. Mulai dari pintu gerbang sampai di ruang yang sudah disediakan yaitu ruang aula SMP Negeri 8 Surakarta.

Kelihatan mereka kaget dengan situasi dan kondisi ruang dan lingkungan yang bersih di SMP Negeri 8 Surakarta. Apalagi Bapak Ibu Guru dalam menyambut tamu dengan pakaian seragam hari Kamis, yaitu pakaian adat Jawa. Sekaligus disuguhi karawitan yang ditampilkan oleh anak-anak SMP Negeri 8 Surakarta. “Bagaikan menyambut manten”, kata Kamriadi.

“Dengan ucapan selamat datang ke SMP Negeri 8 Surakarta yang berada diujung timur kota Surakarta dan yang selalu aman dari banjir, suatu kebanggaan tersendiri atas kunjungannya di sekolah ini,” kata sambutan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta. Disampaikan juga sekilas bahwa pada tahun 2018 berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, beserta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan penghargaan kepada SMP Negeri 8 Surakarta, Provinsi Jawa Tengah sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

Pengelolaan sekolah Adiwiyata Nasional menerapkan pengelolaan limbah padat antara lain membuat pupuk organik dari bahan dasar sampah yang terdiri dari daun-daun dan ranting digiling sampai hancur ditambah EM 4 ( sejenis bakteri pembusukan ) yang didiamkan selama kurang lebih 1 bulan ( permentasi ), kemudian disaring dan dikemas, maka jadilah pupuk kompos Depanska yang artinya Delapan Surakarta. Yang mana mesin pencacahnya merupakan kenang-kenangan berasal dari siswa yang sudah lulus. Selain sampah dengan bahan dasar daun-daunan, ada lagi sampah dengan bahan dasar plastik, re use ( daur ulang ) menjadi hasil karya contoh sedotan menjadi bunga, botol menjadi vas bunga, boneka, dan lain sebagainya.

Sistem pengolahan limbah air wudlu yaitu limpahan air wudlu dimanfaatkan untuk kolam lele. Kotoran dari ikan lele dimanfaatkan untuk menyirami tanaman. Jadi air yang mengalir dari tempat wudlu pria ataupun wanita bisa dimanfaatkan kembali. Tidak terbuang sia-sia. Selanjutnya proses dalam pengolahan limbah gas. Dimulai dari gas CO2 yang bersumber dari pernafasan manusia maupun polusi udara dari pembakaran BBM dan sebagainya. CO2 selanjutnya akan diserap tumbuhan untuk bahan fotosintesis terutama pada siang hari. Hasil fotosintesis dari tumbuhan adalah amilum + O2 yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain. Jadi semakin banyak tumbuhan, maka udara akan menjadi semakin sejuk.

Dalam pemaparan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, menyampaikan profil sekolah kepada rombongan bahwa sekolah ini mempunyai visi yaitu sekolah yang berprestasi, berbudaya, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan taqwa. Semua mata pelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 memasukkan materi lingkungan. Di mulai dari kelas sudah dipilah-pilah antara sampah organik dan non organik.

Tinjauan lapangan akan dipandu oleh Rekyan Pamusthi, S.Pd. dan Wahyu Prihatin Sayekti, S.Pd. Rombongan selain disambut dengan karawitan dari siswa-siswi SMP Negeri 8 Surakarta di bawah bimbingan Ch. Endah Setyowati, S.Pd. juga disuguhi penampilan dari Tim Paduan Suara SMP Negeri 8 Surakarta dengan lagu Mars SMP Negeri 8, Mars PPK dan lagu Wiwit Aku Isih Bayi yang dibimbing oleh Endang Lestari, S.Pd.

Setelah mendengarkan pemaparan, kemudian rombongan diberi kesempatan untuk mengelilingi lingkungan dengan melihat situasi dan kondisi SMP Negeri 8 Surakarta. Sangat disayangkan untuk rombongan saat ini tidak bisa melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar, karena hari ini merupakan hari ke 4 ( terakhir ) melaksanakan LATUNAS. Perlu diketahui bahwa SMP Negeri 8 Surakarta kegiatan ekstrakurikuler berjumlah 25 jenis ekstra.

Acara terakhir yaitu penyerahan tali asih untuk tamu rombongan dan foto bersama dengan Pengawas Dinas Pendidikan Kota Surakarta Drs. Sutrisno, M.Pd. Tidak lupa sekolah memberikan contoh pupuk Depanska, siapa tahu nantinya bisa mempunyai keinginan untuk membeli dan kecanduan pupuk Depanska. Depanska Jaya! (*)

*) Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta

Satu tanggapan untuk “Kunjungan Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan Di SMPN 8 Solo

  • Kam, 27 Feb 2020 | 17:04 pada 5:04 PM
    Permalink

    Koreksi,
    Untuk limbah cair tidak hanya untuk menyiram tanaman saja tetapi untuk program Aquaponik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!